Clay Pot Hemat Energi

Clay Pot Hemat Energi

- detikFood
Kamis, 10 Apr 2008 08:52 WIB
Jakarta - Sering menyantap hidangan hot pot di restoran? Jika ingin membuat sendiri, tidak terlalu rumit caranya asal Anda memiliki clay pot. Periuk dari tanah liat atau tembikar ini ternyata merupakan wadah yang bisa menghemat energi sekaligus mengawetkan zat gizi. Juga bisa untuk suguhan saat menjamu tamu di rumah. Bagaimana bisa? Coba saja simak dulu info lengkapnya berikut ini!

Clay Pot: Clay Pot juga sering disebut hot pot, wadah ini bentuknya seperti panci dengan atau tanpa tangkai/pegangan dan dilengkapi dengan tutup. Tutupnya memiliki lubang kecil sebagai jalan untuk uap keluar dari wadah. Terbuat dari tanah liat yang berkualitas sehingga saat terkena panas tidak akan retak atau pecah, baik dipanaskan di atas api langsung atau dimasukkan ke dalam oven. Tersedia dalam berbagai ukuran dan warna-warna beragam. Clay pot sendiri merupakan wadah yang sudah dipakai sejak zaman Romawi dan kini dipakai di hampir semua negara Asia.

Memilih Clay Pot:
Saat membeli sebaiknya tentukan dulu, ukuran wadah yang akan dibeli, apakah yang kecil atau besar. Periksa teliti clay pot, apakah ada bagian yang retak, berlubang dan pastikan tidak dilapisi oleh bahan yang berbahaya, misalnya vernis. Ada clay pot yang permukaannya kasar, tanpa olesan, ada juga yang diberi glasur yang tidak berbahaya bagi kesehatan. Cek bagian bawah clay pot, biasanya terdapat tulisan 'heat proof' atau ' dishwaher safe' yang berarti tahan panas. Ini sebagai jaminan clay pot tidak akan retak jika dipanaskan.

Memakai Clay Pot: Sebelum dipakai sebaiknya, rendam clay pot beberapa saat dalam air bersih. Air akan melarutkan smeua kotoran yang menempel pada permukaan clay pot. Selain itu air ini akan berubah menjadi uap air saat dipanaskan yang akan menambah aroma pada bahan makanan yang dipanaskan. jangan mencuci dengan deterjen yang berbau tajam karena aromanya mudah melekat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hidangan yang dimasak dalam clay pot adalah jenis hidangan dengan kuah sedikit atau kental seperti kari, ungkep atau bisa juga sayuran. Masukkan clay pot berikut tutupnya dalam oven panas. Jika memakai bahan daging bisa lebih dari 1 jam. Untuk jenis sup atau hidangan sayuran, bisa langsung dipanaskan di atas api karena waktu memasaknya lebih singkat.

Menyajikan Clay Pot: Hidangan yang dimasak dalam clay pot biasanya disajikan langsung dengan wadahnya. Hal ini disebabkan karena bumbu, kuah dan bahan yang sudah menyatu sempurna salam wadah. Clay pot juga merupakan bahan penyimpan panas yang baik sehingga makanan akan tetap panas sementara Anda bersantap. Cara ini juga merupakan cara menghemat energi karena tidak perlu memanaskan kembali. Karena itu tutup selalu clay pot setelah makanan diambil agar tetap panas.Bukan hanya itu makanan juga terjaga nutrisi dan kebersihannya karena disajikan dan dimakan dalam keadaan panas. (dev/Odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads