Menyantap Kamameshi
Kamis, 22 Sep 2005 09:29 WIB
Jakarta - Nasi liwet yang ditanak secara perlahan memang memiliki sensasi rasa yang sangat berbeda. Bukan hanya cara pengolahan yang harus cermat tetapi cara penyajian dan menyantapnya juga harus pas. Ingin tahu info kompletnya? Simak info berikut ini.Kamadaki Gohan: Nama lain dari kamameshi yang berarti nasi berbumbu yang ditanak dalam periuk. Cara memasak nasi ini bukan hanya milik orang Jepang. Orang Jawa juga mengenal nasi liwet. Dengan cara memasak dalam periuk nasi tidak akan banyak mengembang tetapi justru jadi lebih pulen dan lembut. Kamameshi ditanak dengan bumbu sehingga rasa nasi menjadi lebih gurih dan enak.Periuk: Periuk tanah liat khas Jepang berwarna cokelat tua dengan pegangan di kiri kanannya dan bertutup dengan lubang kecil di atasnya. Sedangkan di Jawa dipakai periuk tanah liat tanpa tutup dan di Jawa Barat dipakai periuk aluminium dengan pegangan di tengah mirip timba dengan tutup. Nasi liwet gaya Jawa Barat ini disajikan dengan taburan ikan asin teri Medan di atasnya.Topping dan Lauk: Seperti masakan Jepang lainnya, kamameshi yang diolah di rumah atau di resto khusus kamameshi di Jepang selalu diolah bersama sayuran. Sebagai topping bisa ditambahkan sesuai selera, daging sapi, daging ayam, seafood, sayuran atau unagi (belut panggang goreng). Aneka sayuran atau kamadoko (fish cake) ditambahkan sebagai pelengkap.Kerak: Yang menjadi ciri khas nasi liwet Jepang dan Jawa adalah kerak, atau lapisan nasi keras yang tertinggal di dasar periuk karena terkena panas yang lama. Sedikit gosong, beras menjadi keras tetapi justru kerak ini banyak disuka. Tebal dan tipisnya kerak tergantung pada selera. Makin lama dimasak akan makin berkerak tebal.Menyajikan & Menyantap: Kamameshi selalu disjaikan dalam periuknya. Dialas dengan piring atau tatakan tahan panas. Sebagai pelengkap disediakan sendok nasi dari kayu dan kaldu bening. Setelah nasi hampir habis disantap, kerak nasi akan disiram dengan kaldu dan dibiarkan beberapa saat. Setelah agak lunak, dikerok dan disantap. Aroma tanah dan sangit karena nasi gosong memberi kenikmatan tersendiri. Di Jawa Barat, nasi liwet juga disajikan dalam periuknya. Biasanya kamameshi disajikan dengan hidangan pembuka, sup, acar dan salad dingin.
(lil/)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN