Sama-sama nikmat, tetapi mana jenis kopi yang lebih sehat antara kopi panas, es kopi, dan cold brew? Berikut faktanya!
Kopi panas, es kopi, dan cold brew punya karakter yang berbeda. Mulai dari kadar kafein, antioksidan, hingga tingkat keasamannya, semuanya bisa memengaruhi pengalaman ngopi.
Beda cara seduh ternyata bisa membuat kandungan kopi ikut berbeda. Ada yang lebih tinggi antioksidan, dan ada pula yang terasa lebih ringan di perut.
Lantas, mana yang lebih bagus untuk kesehatan? Dikutip dari Health.com (10/6) berikut perbedaan kopi panas, es kopi, dan cold brew berikut ini.
1. Kandungan Kafein
Kandungan kafein kopi panas, es, dan cold brew bisa berbeda. Jenis biji, ukuran gilingan, lama seduh, hingga cara penyajian memengaruhinya.
Es kopi umumnya diseduh panas lalu dituangkan ke es. Sementara cold brew dibuat dengan merendam kopi dalam air dingin selama 12-24 jam.
Cold brew bisa mengandung lebih banyak kafein karena waktu ekstraksinya lebih lama. Namun, es pada iced coffee dapat membuat kafeinnya sedikit lebih encer.
Kadar kafein juga dipengaruhi jenis dan tingkat sangrai biji kopi. Robusta bahkan bisa mengandung hampir dua kali kafein dibanding arabika, sementara gula tambahan dapat memicu energi naik lalu turun.
2. Kandungan Antioksidan
Kopi dikenal sebagai sumber antioksidan seperti quercetin dan flavonoid. Senyawa ini dapat membantu mengurangi peradangan serta mendukung kesehatan otak, jantung, dan imun.
Dibanding cold brew, kopi yang diseduh panas diduga mengekstrak sedikit lebih banyak antioksidan. Salah satunya adalah asam klorogenat yang terdapat dalam kopi.
Meski begitu, perbedaan kadar antioksidan keduanya tergolong kecil. Kopi panas maupun cold brew tetap sama-sama mengandung antioksidan yang bermanfaat.
Simak Video "Melawan Dampak Buruk Polusi Udara dengan Teh Hijau"
(raf/adr)