Minum kopi pagi bikin asam lambung naik? Perhatikan beberapa tips ahli gizi ini agar kamu tetap bisa ngopi, tanpa asam lambung kambuh.
Bagi pencinta kopi, secangkir kopi di pagi hari seolah sudah menjadi ritual wajib. Namun bagi sebagian orang, kebiasaan ini justru bisa memicu asam lambung dan rasa tak nyaman.
Tak perlu langsung meninggalkan kopi kesayangan. Ada beberapa cara yang bisa dicoba agar tetap bisa menikmati kopi tanpa terlalu khawatir asam lambung kambuh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satunya dengan memilih metode seduh dan jenis kopi yang lebih tepat. Kebiasaan saat minum kopi serta bahan tambahan di dalamnya juga perlu
Dikutip dari Eating Well (10/9) berikut tips minum kopi yang perlu diperhatikan.
1. Kopi Bisa Picu Asam Lambung
Kopi hitam. Ilustrasi Foto: Getty Images/iStockphoto/stefanilouise |
Bagi sebagian orang, minum secangkir kopi pagi hari justru bisa memicu asam lambung naik. Gejalanya dapat berupa heartburn, rasa panas di dada, hingga mual.
Menurut Lindsey Moser, M.S., RDN, kopi dapat merangsang lambung menghasilkan lebih banyak asam. Kopi juga secara alami memiliki sifat asam.
"Kopi merangsang lambung untuk menghasilkan lebih banyak asam dan sejak awal memang bersifat asam," ujar Moser.
2. Coba Ganti Cold Brew
Cold brew bisa menjadi pilihan bagi pencinta kopi yang mudah mengalami refluks asam. Proses seduh dengan air dingin mengekstraksi lebih sedikit senyawa asam dibandingkan seduhan panas.
"Cold brew menggunakan waktu dan air dingin untuk mengekstraksi rasa dari biji kopi," jelas Moser. Proses ini menghasilkan lebih sedikit senyawa asam yang dapat berinteraksi dengan lambung.
Namun, kadar kafeinnya tetap perlu diperhatikan. Proses seduh selama 12-24 jam membuat cold brew memiliki kadar kafein yang bisa setara atau lebih tinggi dari kopi panas.
3. Pilih Kopi Dark Roast
Pilih kopi dark roast untun menghindari asam lambung naik. Foto: Getty Images/iStockphoto/Noi_Pattanan |
Jenis biji kopi juga dapat memengaruhi tingkat keasaman yang dirasakan tubuh. Dark roast disebut lebih ramah untuk lambung karena proses pemanggangan yang lebih lama.
"Semakin lama dipanggang, semakin banyak asam yang terurai. Dark roast sebenarnya lebih lembut untuk lambung dibandingkan light roast," kata Moser.
Jika kafein memicu refluks, pilihan decaf atau half-caf juga bisa dicoba. Cara ini membantu mengurangi asupan kafein tanpa harus terlalu banyak mengencerkan kopi.
4. Jangan Minum Kopi Saat Perut Kosong
Minum kopi ketika perut kosong dapat memperparah rasa tidak nyaman pada sebagian orang. Karena itu, kopi sebaiknya dikonsumsi bersamaan dengan makanan.
Whitney Stuart, M.S., RDN, CDCES, mengatakan makanan dapat membantu meredam efek asam dari kopi. Kebiasaan ini juga bisa mengurangi iritasi pada lambung.
"Minum kopi bersama makanan, bukan saat perut kosong, juga dapat membantu mengurangi keasaman dan iritasi," ujar Stuart. Jadi, coba nikmati kopi setelah atau saat sarapan.
5. Perhatikan Campuran dalam Kopi
Kopi hitam. Ilustrasi Foto: Getty Images/iStockphoto/stefanilouise |
Bukan hanya kopinya, bahan tambahan juga dapat memicu gejala refluks pada sebagian orang. Krimer tinggi lemak, susu full cream, dan heavy cream perlu diperhatikan.
Jane Leverich, M.S., RDN, menyebut krimer tinggi lemak dapat berkontribusi terhadap gejala refluks. Terutama pada orang yang memang sensitif terhadap makanan tinggi lemak.
Sebagai alternatif, gunakan susu rendah lemak atau susu nabati seperti oat milk dan almond milk. Jika tetap muncul gejala, perhatikan jenis kopi dan bahan tambahan yang paling sering menjadi pemicunya.
Simak Video "Video: Saat Kopi Jadi Tren, Masih Adakah Masa Depan Teh Jawa Barat?"
[Gambas:Video 20detik] (raf/adr)




KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN