Makan sayuran setiap hari adalah cara tepat menjaga kadar gula darah tetap stabil. Di antara banyaknya pilihan, 5 jenis sayuran ini memiliki manfaat lebih baik.
Gula darah yang stabil penting untuk memastikan sel tubuh mendapat energi cukup serta mencegah risiko kerusakan organ dan penyakit kronis, seperti diabetes. Salah satu caranya yaitu dengan menjaga pola makan sehari-hari.
Pilihlah makanan yang memang bisa memberikan respons insulin baik agar kadar gula darah tetap stabil. Salah satu yang bisa dicoba adalah mengonsumsi sayuran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rutin makan sayuran merupakan langkah awal yang tepat. Sayuran kaya serat yang dapat membantu tubuh merespon insulin dengan lebih baik. Penelitian yang disebutkan Very Well Health juga telah mengaitkan asupan sayuran hijau dan sayuran silang lebih tinggi dengan risiko terkena diabetes tipe-2.
Namun, beberapa sayuran mungkin punya manfaat lebih baik daripada yang lain. Lantas, sayuran apa saja yang bisa dikonsumsi untuk membantu memberikan respon insulin terbaik? Berikut rekomendasinya!
1. Brokoli
Brokoli termasuk salah satu sayuran yang bisa bantu gula darah stabil. Foto: Getty Images/SARINYAPINNGAM |
Brokoli mengandung sejumlah nutrisi, salah satunya kaya akan serat yang membantu memperlambat pencernaan dan penyerapan karbohidrat. Namun, potensi manfaatnya untuk kadar gula darah tidak hanya datang dari kandungan serat.
Asisten profesor di UC Irvine Joe C. Wen School of Population & Public Health, Matthew Landry, PhD, RDN mengungkap mengunyah sayuran silang seperti brokoli akan melepaskan senyawa tumbuhan seperti sulforafan.
Senyawa ini yang akan menurunkan peradangan dan stress dalam sel, membantu hati memproduksi lebih sedikit gula, mendukung sel-sel di pankreas memproduksi insulin, dan juga mengaktifkan saklar yang membantu otot menyerap gula untuk energi.
Namun, penelitian tentang kaitan sulforafan dan gula darah masih terus berkembang.
2. Kubis brussel
Ada juga kubis brussel yang mengandung manfaat serupa. Foto: Getty Images/iStockphoto/bhofack2 |
Kubis brussel adalah sayuran berbentuk bulat kecil, mirip dengan kubis biasa. Meski ukurannya mini, sayuran ini menyimpan segudang nutrisi penting. Sayuran ini termasuk dalam famili cruciferous yang sama dengan brokoli, sehingga mengandung banyak senyawa tumbuhan yang berpotensi bermanfaat.
Kandungan serat di dalamnya dapat memperlambat proses pencernaan makanan, sehingga lonjakan gula darah bisa dikotrol dengan baik.
Kubis brussel juga mengandung antioksidan bernama asam alfa-lipoat (ALA) yang dapat membantu kerja insulin menjadi lebih efektif dan meningkatkan sensitivitas insulin dalam tubuh.
3. Kale dan sayuran hijau lainnnya
Kale juga kaya serat yang bagus untuk respons insulin. Foto: Getty Images/subjug |
Kale dan sayuran hijau lainnya mengandung banyak serat tanpa karbohidrat dalam jumlah besar. Ahli Reeder merekomendasikan sayuran hijau yang dimasak secara khusus karena memasak mengurangi volumenya, sehingga lebih mudah dan terkonsentrasi jika ingin mengonsumsi serat dan nutrisi lainnya.
Sayuran hijau juga kaya akan magnesium, berupa mineral yang berperan dalam pemberi sinyal insulin dan metabolisme glukosa. Makanan ini juga dikenal memiliki indeks glikemik rendah yang aman dikonsumsi karena tidak menyebabkan kenaikan gula darah dengan cepat setelah makan.
Kale atau sayuran hijau lainnya juga mungkin memiliki manfaat dalam jangka panjang. Sebuah studi besar yang disebutkan very well health menemukan bahwa orang yang mengonsumsi lebih banyak sayuran berdaun hijau cenderung punya kadar gula darah lebih rendah daripada mereka yang mengonsumsinya lebih sedikit.
4. Kacang polong hijau dan edamame
Tak sekadar menjadi camilan atau makanan sehari-hari, kacang polong dan edamame juga termasuk yang bagus untuk mengontrol gula darah.
Kacang polong dan edamame memang mengandung lebih banyak karbohidrat daripada banyak sayuran non pati. Namun, bukan berarti keduanya buruk. Sebab, makanan ini mengandung serat larut dan protein nabati tinggi yang mampu menstabilkan gula darah dan memperlambat laju pemecahan karbohidrat dan masuknya ke aliran darah.
Selain serat, edamame juga mengandung protein. Dua nutrisi tersebut membantu memperlambat pencernaan dan membuat makanan lebih mengenyangkan.
5. Labu madu
Mungkin labu jarang dikonsumsi orang Indonesia. Namun, jika mencari makanan yang memiliki respons insulin bagus, labu madu menjadi pilihan tepat.
Labu madu mengandung pektin, sejenis serat larut yang membentuk zat seperti gel selama pencernaan. Menurut ahli Reeder, ini dapat memperlambat pemecahan karbohidrat dan membantu glukosa masuk ke aliran darah secara lebih bertahap. Pencernaan yang lebih lambat pada akhirnya membantu dalam mengontrol gula darah.
Selain itu, serat di dalamnya juga bermanfaat untuk hal lain. Ketika bakteri usus memfermentasi serat tertentu, mereka menghasilkan senyawa yang disebut asam lemak rantai pendek (SCFA). Penelitian menunjukkan bahwa kadar SCFA lebih tinggi mungkin berhubungan dengan insulin lebih rendah dan sensitivitas insulin lebih baik. Namun, para peneliti masih berusaha memahami seberapa besar kontribusinya terhadap pengendalian gula darah manusia.




KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN