3 Kebiasaan Makan yang Bikin Stres Meningkat, Ini Kata Ahli Gizi

3 Kebiasaan Makan yang Bikin Stres Meningkat, Ini Kata Ahli Gizi

Yenny Mustika Sari - detikFood
Sabtu, 20 Jun 2026 05:00 WIB
Eco friendly, businesswoman young asian stress in working on laptop while sitting at home office.
Foto: Getty Images/Natee Meepian
Jakarta -

Stres seolah tak terhindarkan dari kehidupan sehari-hari. Kondisi ini rupanya dapat dipengaruhi oleh pola makan yang tidak sehat. Begini penjelasan ahli gizi.

Kondisi stres normal dirasakan manusia, tapi jika sudah dalam tahap kronis bisa memengaruhi kesehatan dan daya tahan tubuh. Timbulnya stres ini bisa dipicu dari berbagai hal dan ini meningkatkan kadar kortisol.

Dilansir dari Food NDTV (17/6/2026), Rujuta Diwekar, seorang ahli gizi mengatakan pola makan yang buruk juga dapat memperburuk stres. Ada 3 pola makan yang sebaiknya dihindari agar tidak menyebabkan stres.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut 3 pola makan yang bisa menyebabkan stres:

1. Diet Rendah Karbohidrat

White rice in bowlilustrasi karbohidrat Foto: Getty Images/iStockphoto/Amarita

Banyak orang melakukan diet rendah karbohidrat agar penurunan berat badan berlangsung cepat. Namun, cara ini justru dapat menyebabkan stres melonjak.

ADVERTISEMENT

Rujita Diwekar mengatakan, "Ketika kita berhenti mengonsumsi nutrisi seimbang, ada neurotransmitter yang disebut GABA, yang menekan stres. Kadar neurotransmitter ini juga mulai menurun."

Jadi, sebaiknya kontrol asupan makanan yang mengandung manis berlebih alih-alih mengurangi nasi atau makanan karbohidrat lainnya.

2. Tidak Sarapan

Sarapan disebut sangat baik untuk asupan nutrisi harian karena juga bisa menunjang kegiatan sehari-hari. Oleh karena itu, sebaiknya jangan melupakan sarapan.

Mereka yang melewatkan sarapan justru bisa mengalami peningkatan kadar kortisol secara alami. Diwekar juga menjelaskan kalau melewatkan sarapan dapat mengganggu ritme asupan nutrisi dan membuat stres lebih meningkat.

3. Tidak Konsumsi Buah

Manfaat PisangPisang Foto: Getty Images

Buah-buahan banyak dihindari karena kandungan gulanya, padahal termasuk makanan sehat dengan asupan beragam nutrisi. Contohnya terlihat pada orang-orang yang menghindari konsumsi pisang dan mangga.

Diwekar menyebutkan kalau dua jenis buah itu sebenarnya menyediakan prebiotik yang mendukung kesehatan usus dan pencernaan. Kandungan tersebut justru baik untuk memperbaiki kondisi stres.

Buah-buahan juga diketahui mengandung zat antioksidan dan polifenol. Kandungan itu baik untuk menjaga imunitas tubuh, juga meningkatkan kesehatan kulit dan rambut.



(yms/adr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads