Tak Melulu Sehat! Kebanyakan Makan Telur Bisa Bikin Tubuh Alami Hal Ini

Tak Melulu Sehat! Kebanyakan Makan Telur Bisa Bikin Tubuh Alami Hal Ini

Andi Annisa Dwi R - detikFood
Senin, 15 Jun 2026 05:00 WIB
Breakfast - Sunny side up fried eggs with tomato sauce and potato wedges
Foto: iStock
Jakarta -

Telur jadi menu sarapan favorit karena enak, praktis, dan mengenyangkan. Namun, waspadai konsumsinya berlebihan karena bisa membuat tubuh mengalami efek samping kesehatan.

Makan telur merupakan salah satu cara terbaik agar tubuh mendapatkan asupan protein berkualitas tinggi dan nutrisi penting lainnya. Telur mengandung vitamin, A, D, B12, serta mineral seperti selenium, dan zinc.

Rutin makan telur dapat mendukung pertumbuhan otot, meningkatkan rasa kenyang, dan bahkan membantu pengelolaan berat badan. Namun, seperti halnya makanan lain, konsumsi telur yang menyehatkan sekalipun, tidak baik jika berlebihan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikutip dari Food NDTV (12/6), kebanyakan makan telur bisa bikin pencernaan tidak nyaman dan memicu masalah kesehatan lainnya. Kamu perlu mengonsumsi telur dalam jumlah yang tepat dan memilih metode masak yang sehat.

Kenapa kebanyakan makan telur bikin perut tidak nyaman?

Telur secara alami kaya akan protein, dan mengonsumsinya dalam jumlah banyak dapat memberi tekanan ekstra pada sistem pencernaan.

ADVERTISEMENT

Ketika tubuh memproses terlalu banyak protein tanpa cukup serat dari buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian utuh, hal itu dapat menyebabkan masalah seperti kembung, gas, asam lambung, dan rasa berat setelah makan.

Beberapa orang mungkin juga memiliki sensitivitas ringan atau alergi terhadap telur. Hal ini dapat menyebabkan mual, sakit perut, atau gejala tidak nyaman lainnya. Jika kamu sering mengalami masalah ini setelah makan telur, ada baiknya mengurangi asupan telur atau berkonsultasi ke dokter.

Efek samping lain saat kebanyakan makan telur

Selain soal perut yang tidak nyaman, kebanyakan makan telur pada beberapa individu dapat memicu reaksi alergi seperti iritasi kulit ringan.

Terlalu 'bergantung' pada telur sebagai sumber protein atau makanan sehat sehari-hari juga memungkinkan kurangnya variasi nutrisi dalam diet harian. Bisa jadi seseorang malah kekurangan vitamin atau mineral tertentu.

Selain itu, orang dengan kolesterol tinggi atau kondisi jantung mungkin perlu membatasi asupan telur. Hindari juga masak telur dengan banyak mentega, keju, atau daging olahan karena bisa meningkatkan kandungan lemak jenuh dalam makanan.

Cara sehat makan telur

Mengenai jumlah konsumsi telur ideal sehari-hari sebenarnya bergantung pada berbagai faktor, seperti usia, gaya hidup, riwayat kesehatan, dan pola makan secara keseluruhan.

Ahli gizi Rupali Datta mengungkap orang dewasa sehat bisa mengonsumsi 1 telur sehari, sekitar 3-4 kali seminggu, sebagai bagian dari diet seimbang.

Anak-anak biasanya dapat mengonsumsi 1 telur setiap hari, karena telur menyediakan protein dan nutrisi yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan yang sehat.

Bagi penderita kolesterol tinggi atau masalah jantung harus lebih berhati-hati. Idealnya makan telur 3 butir saja seminggu. Namun agar lebih tepat rekomendasinya, bisa konsultasi dengan dokter atau ahli gizi.

Selain soal porsi, perhatikan juga cara masak telur. Pilih cara sehat, seperti merebus, mengukus, atau mengorak-arik telur. Konsumsi telur bersama sayuran atau biji-bijian utuh.

Pada intinya, telur adalah bahan makanan sehat yang bisa jadi bagian diet gizi seimbang. Namun, moderasi dan metode memasak yang tepat adalah kunci agar manfaat telur bisa terasa lebih maksimal.

Halaman 2 dari 2
(adr/adr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads