7 Keju yang Aman Dikonsumsi Saat Diet, Tetap Enak tapi Tidak Bikin Gagal

7 Keju yang Aman Dikonsumsi Saat Diet, Tetap Enak tapi Tidak Bikin Gagal

Dita Aliccia Armadani - detikFood
Selasa, 02 Jun 2026 05:00 WIB
Cheese platter
Foto: Getty Images/Liudmila Chernetska
Jakarta -

Konsumsi keju sering dihindari saat diet. Padahal, beberapa jenis keju tetap bisa dikonsumsi selama porsinya terkontrol dan kandungan nutrisinya diperhatikan.

Ahli gizi olahraga, Tara Collingwood, menyebut bahwa tidak ada makanan yang secara langsung membakar lemak perut. Namun, keju tinggi protein dapat membantu rasa kenyang dan menjaga massa otot, yang penting dalam proses penurunan lemak secara keseluruhan.

Melansir dari Eat This Not That! (31/1), berikut 7 keju yang bisa dikonsumsi saat sedang menjalani program diet.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Cottage cheese

Cottage cheese dikenal sebagai salah satu keju dengan kandungan protein paling tinggi. Protein ini membantu menjaga massa otot selama proses penurunan berat badan. Selain itu, konsumsi cottage cheese juga dapat memberikan rasa kenyang lebih lama. Versi rendah lemak maupun full-fat bisa dipilih sesuai kebutuhan kalori dan preferensi.

2. Greek-style feta

Greek-style feta memiliki rasa yang cukup kuat dibanding keju lainnya. Karena rasanya tajam, penggunaannya cenderung sedikit sehingga membantu mengontrol porsi. Keju ini cocok ditambahkan ke salad atau sayuran panggang untuk menambah cita rasa. Dengan porsi sedikit, makanan tetap terasa nikmat tanpa menambah banyak kalori.

ADVERTISEMENT

3. Part-skim mozzarella

Part-skim mozzarella memiliki kandungan kalori yang relatif lebih rendah. Meski begitu, keju ini tetap menyediakan protein dan kalsium yang dibutuhkan tubuh. Nutrisi tersebut berperan dalam menjaga komposisi tubuh saat diet. Selain itu, bentuk kemasan per porsi memudahkan pengaturan konsumsi.

4. Parmesan

Parmesan termasuk keju keras dengan rasa yang sangat kuat. Kandungan proteinnya cukup tinggi sehingga bisa mendukung kebutuhan nutrisi harian. Karena rasanya kuat, penggunaan parmesan tidak perlu banyak. Bahkan satu hingga dua sendok makan sudah cukup untuk menambah rasa hidangan tanpa meningkatkan kalori secara signifikan.

5. Swiss cheese

Swiss cheese menjadi pilihan karena kandungan natriumnya lebih rendah dibanding banyak keju lain. Hal ini dapat membantu mengurangi risiko kembung akibat retensi cairan. Keju ini juga tetap mengandung protein yang mendukung rasa kenyang. Swiss cheese cocok dipadukan dengan roti gandum utuh atau buah.

6. Ricotta (part-skim)

Ricotta (part-skim) mengandung protein dan kalsium yang cukup baik. Keju ini memiliki tekstur lembut sehingga mudah diolah dalam berbagai hidangan. Ricotta bisa digunakan untuk menu manis maupun gurih, seperti dipadukan dengan buah atau sayuran. Fleksibilitas ini membantu seseorang tetap konsisten dalam pola makan.

7. Goat cheese

Goat cheese atau keju dari susu kambing memiliki rasa khas yang cenderung kuat dan sedikit asam. Rasa ini membantu membatasi jumlah konsumsi karena cepat memberikan kepuasan. Selain itu, beberapa orang merasa goat cheese lebih mudah dicerna dibanding keju dari susu sapi. Keju ini bisa digunakan sebagai pelengkap salad atau hidangan lainnya.

Meski demikian, konsumsi keju tetap perlu diperhatikan. Kandungan lemak dan kalori di dalamnya membuat pengaturan porsi menjadi hal penting. Dengan konsumsi yang tepat, keju tetap bisa menjadi bagian dari pola makan sehat.

(adr/adr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads