Kopi yang populer ternyata tak hanya menyegarkan atau bikin mata melek. Kopi sejak dulu terbukti dalam banyak penelitian punya manfaat untuk kesehatan.
Bagi sebagian orang, kopi sudah menjadi bagian dari rutinitas harian. Aroma khas dan rasa pahitnya membuat kopi memiliki penggemar setia dari berbagai kalangan usia.
Tak hanya soal rasa dan aroma, kopi juga disebut memiliki manfaat kesehatan. Penelitian menunjukkan bahwa kopi dapat membantu mendukung kesehatan jantung hingga pencernaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir dari Verywell Health, (15/5/2026), sejumlah penelitian menemukan bahwa konsumsi kopi dapat membantu menjaga kesehatan tubuh. Hanya saja perlu diperhatikan jumlahnya dan dikonsumsi murni tanpa tambahan pemanis atau krimer.
Berikut ini 5 manfaat kopi untuk kesehatan yang terbukti secara ilmiah:
Konsumsi kopi dapat membantu menurunkan risiko gangguan pada jantung. Foto: Getty Images/iStockphoto/Lifehdfilm |
1. Menurunkan Risiko Penyakit Jantung
Salah satu manfaat utama kopi adalah kemampuannya membantu menjaga kesehatan jantung. Penelitian menemukan konsumsi satu hingga tiga cangkir kopi hitam berkafein per hari berkaitan dengan penurunan risiko kematian dan penyakit kardiovaskular hingga 17%.
Namun, manfaat ini dapat berkurang ketika kopi dicampur terlalu banyak gula, susu, atau krimer tinggi lemak. Sehingga kopi hitam dianggap sebagai pilihan terbaik untuk mendapatkan manfaat kesehatan secara optimal.
Meski demikian, para ahli tetap mengingatkan bahwa hasil penelitian ini bersifat observasional. Artinya, hubungan antara kopi dan kesehatan jantung masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.
2. Menjaga Kesehatan Usus
Penelitian terbaru juga menunjukkan kopi dapat membantu meningkatkan kesehatan usus. Baik kopi berkafein maupun decaf (kopi tanpa kafein) disebut mampu meningkatkan jumlah bakteri baik di dalam sistem pencernaan.
Dalam penelitian tersebut ditemukan kopi membantu meningkatkan bakteri bernama Lawsonibacter asaccharolyticus. Bakteri ini berkaitan dengan kesehatan metabolisme dan proses pencernaan tubuh.
Selain itu, kopi juga mengandung antioksidan seperti quinic acid. Antioksidan ini dapat membantu mengurangi peradangan dan stres oksidatif di dalam tubuh.
3. Menurunkan Berat Badan
Bukan hanya sekadar mitos saja, tapi kopi dapat membantu proses penurunan berat badan. Kandungan kafein di dalamnya diketahui mampu meningkatkan metabolisme tubuh sehingga pembakaran energi menjadi lebih optimal.
Selain meningkatkan metabolisme, kopi dapat memberikan efek peningkatan energi sehingga seseorang cenderung lebih aktif bergerak. Kondisi ini turut membantu proses pembakaran kalori harian.
Namun, manfaat tersebut akan berkurang jika kopi yang dikonsumsi mengandung terlalu banyak gula, whipped cream, atau topping manis lainnya. Lagi-lagi, kopi hitam tetap dianggap sebagai pilihan yang lebih sehat.
Jika dikonsumsi dengan benar, kopi juga dapat menunjang kesehatan seksual. Foto: Getty Images/Wissawa Chamaboon |
4. Menjaga Kesehatan Seksual
Kandungan kafein dan lainnya di dalam kopi ternyata juga berkhasiat untuk menjaga kesehatan secara seksual. Beberapa penelitian menunjukkan khasiat ini datang dari khasiat kopi yang melancarkan aliran darah.
Efek stimulasi dari kafein juga berkaitan dengan peningkatan suasana hati dan rasa percaya diri. Hal ini dinilai dapat membantu meningkatkan kualitas hubungan seksual pada sebagian orang.
Tetapi para ahli tetap mengingatkan bahwa efek kopi terhadap kesehatan seksual bisa berbeda pada tiap individu. Tentunya, temuan ini masih memerlukan penelitian lanjutan.
5. Menurunkan Risiko Penyakit Kronis
Konsumsi kopi rutin juga dikaitkan dengan penurunan risiko berbagai penyakit kronis. Terutama gangguan terhadap jantung dan metabolisme yang dapat dengan mudah memicu banyak penyakit kronis.
Selain itu, kopi mengandung berbagai antioksidan yang membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Antioksidan tersebut juga membantu mengurangi peradangan yang sering dikaitkan dengan berbagai penyakit kronis.
Beberapa penelitian lain juga menemukan konsumsi kopi dalam jumlah moderat berkaitan dengan penurunan risiko penyakit neurodegeneratif dan gangguan metabolisme. Tetapi konsumsinya tetap harus diimbangi dengan pola makan dan gaya hidup sehat.
Simak Video "Video: Saat Kopi Jadi Tren, Masih Adakah Masa Depan Teh Jawa Barat?"
[Gambas:Video 20detik]
(dfl/sob)



KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN