Memasuki usia 30-an, tubuh mulai mengalami perubahan yang tidak selalu disadari. Ada beberapa makanan sederhana yang bisa menjaga kesehatan. Berikut daftarnya.
Meski masih tergolong usia muda, memasuki usia 30-an banyak orang yang merasa metabolisme mulai melambat, stamina berkurang, hingga risiko penyakit tertentu perlahan meningkat jika pola makan tidak dijaga sejak dini.
Karena itu, banyak ahli menyarankan konsumsi makanan bernutrisi untuk membantu menjaga kesehatan tubuh dalam jangka panjang. Beberapa bahan makanan sehari-hari ternyata memiliki kandungan yang baik untuk otak, jantung, kulit, hingga membantu memperlambat proses penuaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagian besar makanan ini mudah ditemukan dan akrab di lidah orang Indonesia. Mulai dari telur, brokoli, hingga sarden, semuanya bisa diolah menjadi menu harian yang lezat sekaligus menyehatkan.
Dilansir dari Yahoo Life (11/05/2026), berikut tujuh makanan yang direkomendasikan untuk orang-orang di usia 30-an.
1. Telur
Telur Bacem. Foto: Getty Images/iStockphoto/sri widyowati |
Tak hanya murah dan praktis, telur juga bagus dikonsumsi bagi mereka yang sudah menyentuh usia 30-an.
Telur kaya akan kolin, lutein, dan zeaxanthin yang baik untuk kesehatan otak dan mata. Kandungan tersebut disebut dapat membantu melindungi penglihatan dari degenerasi makula akibat usia.
Penelitian juga menemukan konsumsi satu butir telur per minggu berkaitan dengan penurunan risiko gangguan daya ingat saat lanjut usia.
2. Brokoli
Ilustrasi tumis brokoli udang Foto: Getty Images/Kritchai Chaibangyang |
Sayur brokoli mengandung sulforaphane, senyawa aktif yang membantu mengaktifkan sistem pertahanan alami tubuh. Beberapa studi menyebut senyawa ini memiliki efek antikanker dan mampu melindungi fungsi saraf.
Konsumsi brokoli sejak usia 30-an dinilai penting karena manfaat perlindungannya bekerja lebih optimal jika dimulai lebih awal. Brokoli bisa dijadikan menu sarapan, makan siang sampai makan malam.
3. Jamur
Jamur mengandung ergothioneine, antioksidan langka yang dikaitkan dengan umur panjang. Tubuh manusia tidak bisa memproduksi zat ini sendiri.
Penelitian menunjukkan kadar ergothioneine yang tinggi dalam darah berhubungan dengan penurunan risiko penyakit jantung dan perlambatan penurunan fungsi kognitif seiring bertambahnya usia.
4. Ikan sarden
Ikan sarden. Foto: jcomp/Freepik |
Familiar dan digemari orang Indonesia, sarden menjadi sumber omega-3 yang baik untuk menjaga kesehatan otak dan jantung. Kandungan lemak sehatnya membantu mengurangi peradangan dalam tubuh.
Berbeda dari ikan berukuran besar, sarden juga rendah merkuri sehingga aman dikonsumsi rutin untuk menjaga kesehatan tubuh dalam jangka panjang.
5. Ubi manis
baked sweet potato with yogurt sause. Foto: Getty Images/Anna_Shepulova |
Ubi manis kini tengah viral jadi jajanan hits di Indonesia. Meski camilan ini sudah ada sejak dulu, tapi kini muncul banyak varian ubi manis kekinian mulai dari dipanggang sampai pakai keju.
Untuk manfaat kesehatannya, ubi manis rupanya sejak dulu sudah jadi makanan utama masyarakat Okinawa di Jepang yang banyak berumur panjang.
Kandungan beta-karotennya membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan. Selain itu, ubi manis juga membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil, faktor yang penting untuk mendukung proses penuaan sehat.
6. Stroberi
Buah stroberi kaya akan fisetin dan vitamin C yang baik untuk kesehatan kulit serta fungsi otak. Fisetin diketahui membantu membersihkan sel-sel tua dalam tubuh, sementara vitamin C berperan dalam produksi kolagen.
Konsumsi buah beri secara rutin juga dikaitkan dengan perlambatan penurunan daya ingat hingga 2,5 tahun.
7. Bawang putih
cloves of garlic Foto: Getty Images/chrisboy2004 |
Bawang putih mengandung allicin yang muncul saat bawang dihancurkan atau dicincang. Senyawa ini dipercaya membantu menurunkan tekanan darah dan risiko penyakit jantung.
Selain itu, kandungan fitokimia dalam bawang putih disebut dapat membantu menghambat pembentukan senyawa pemicu kanker di dalam tubuh.






KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN