Sering merasa sudah kenyang tetapi tetap ingin makan keripik atau kue? Studi terbaru ungkap kebiasaan ini ternyata dipengaruhi oleh respons otomatis otak saat melihat makanan.
Melansir dari Huff Post (1/5), penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Appetite pada Maret 2026 menemukan bahwa otak tetap memberikan respons terhadap makanan meski seseorang sudah merasa kenyang. Studi ini melibatkan 76 orang lapar yang dipantau menggunakan pemindaian otak electroencephalogram (EEG).
Mereka diminta memainkan permainan dengan hadiah berbagai makanan manis dan gurih seperti keripik keju, marshmallow, fruit cocktail, hingga rice cakes. Di tengah eksperimen, peserta diberi salah satu makanan tersebut dan diminta makan sampai kenyang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah itu, mereka kembali diperlihatkan gambar makanan yang sebelumnya sudah tidak ingin mereka makan. Hasilnya, area otak yang berkaitan dengan sistem reward tetap aktif.
"Tidak peduli seberapa bosan Anda dengan makanan tersebut, otak akan merespons dengan sinyal penghargaan saat Anda melihat isyaratnya," ujar Thomas Sambrook, penulis utama studi sekaligus dosen psikologi di University of East Anglia, Inggris.
Ahli gizi Jessica Higgins mengatakan penelitian ini memperkuat temuan sebelumnya bahwa keinginan ngemil tidak berkaitan dengan rasa lapar, tetapi karena lingkungan, emosi, orang sekitar, hingga iklan makanan.
"Otak sangat sensitif terhadap gambar makanan," kata Jessica Higgins, seorang ahli gizi terdaftar di Program Kedokteran Gaya Hidup di NYC Health + Hospitals/Woodhull, kepada Huff Post.
Meski begitu, para ahli menegaskan bahwa kebiasaan ngemil tidak sepenuhnya di luar kendali. Juru bicara Academy of Nutrition and Dietetics, Theresa Gentile, mengatakan seseorang tetap bisa mengontrol keinginan tersebut, dengan cara membangun pola makan sehat.
Meski respons otak terhadap makanan sulit dikendalikan, keputusan untuk memakannya tetap bisa diatur. Higgins menyarankan untuk mengenali pemicu keinginan ngemil, seperti iklan makanan, stres, atau tekanan sosial, serta lebih memperhatikan pilihan makanan, pola makan harian, dan sinyal lapar maupun kenyang dari tubuh.
Ngemil sebenarnya tidak selalu negatif. Konsumsi camilan sehat justru bisa membantu memenuhi kebutuhan nutrisi di sela waktu makan. Masalahnya, banyak orang memilih junk food tinggi gula dan lemak yang bersifat 'hyperpalatable' atau membuat orang sulit berhenti makan.
Untuk pilihan snack sehat, Higgins merekomendasikan buah dan kacang-kacangan, popcorn, edamame, sayuran dengan hummus, hingga roti gandum dengan selai kacang.
(adr/adr)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN