Penelitian terbaru yang dipublikasikan di Nature Communications mengungkap manfaat tersembunyi kopi yang tidak berkaitan langsung dengan kandungan kafein. Ini penjelasannya!
Studi ini menemukan bahwa konsumsi kopi, baik berkafein maupun tanpa kafein (decaf), dapat mengubah komposisi bakteri baik di dalam usus. Perubahan ini ternyata berdampak pada peningkatan suasana hati hingga fungsi otak.
Temuan ini melengkapi penelitian sebelumnya yang sudah mengaitkan minum kopi dengan berbagai manfaat kesehatan, tetapi belum menjelaskan mekanisme pastinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kini, para ilmuwan mulai memahami bahwa efek kopi jauh lebih kompleks, tidak sekadar memberi energi, tetapi juga berperan dalam keseimbangan mikrobioma usus yang berkaitan erat dengan kesehatan mental dan kognitif.
Dilansir dari INC (27/04/2026), berikut hasil penelitian terbaru tentang manfaat tersembunyi dari kopi.
1. Hubungan Kopi dengan Usus dan Otak Jadi Kunci
Wanita minum kopi saat kerja. Foto: Getty Images/BongkarnThanyakij |
Kopi ternyata tidak hanya mengandung kafein yang bikin melek. Minuman ini juga punya peran lebih luas dalam tubuh, terutama dalam kaitannya dengan kesehatan usus dan otak.
"Kopi bukan sekadar kafein, ini adalah komponen makanan kompleks yang berinteraksi dengan mikroba usus, metabolisme, hingga kondisi emosional kita," jelas John Cryan dari APC Microbiome Ireland, peneliti utama studi tersebut.
"Temuan kami menunjukkan bahwa kopi, baik berkafein maupun tanpa kafein, bisa memengaruhi kesehatan dengan cara yang berbeda, tetapi saling melengkapi," lanjutnya.
Dalam penelitian ini, para ilmuwan menyoroti hubungan antara usus dan otak atau gut-brain axis, yaitu jalur komunikasi dua arah antara mikrobioma usus dan otak.
Mereka ingin melihat apakah efek kopi terhadap suasana hati, stres, hingga fungsi kognitif tetap terjadi meski tanpa kafein. Hasilnya, kopi tetap memberikan pengaruh positif, sehingga manfaatnya tidak hanya bergantung pada kafein saja.
2. Studi Melibatkan 62 Partisipan
Closeup image of a hand holding coffee cup on wooden table Foto: Getty Images/iStockphoto/Farknot_Architect |
Penelitian ini melibatkan 62 partisipan yang terdiri dari peminum kopi rutin dan non-peminum kopi. Para peminum kopi diminta menghentikan konsumsi kopi selama dua minggu sebelum akhirnya diberikan kembali kopi, baik dalam bentuk berkafein maupun decaf, tanpa diketahui jenisnya.
Selama penelitian, para peserta menjalani berbagai tes, termasuk penilaian psikologis serta pemeriksaan sampel urin dan feses untuk melihat perubahan mikrobioma usus.
Hasilnya menunjukkan bahwa konsumsi kopi dapat menurunkan tingkat stres, depresi, serta meningkatkan konsentras meskipun kopi tersebut tidak mengandung kafein.
Selain itu, ditemukan peningkatan bakteri baik seperti Eggertella sp dan Cryptobacterium curtum yang berperan penting dalam kesehatan pencernaan dan keseimbangan emosi.
3. Kopi Decaf Juga Punya Manfaat
Coffee cup and beans on wooden table. Top view. Foto: iStock |
Menariknya, manfaat kopi tidak hanya berasal dari kafein. Penelitian ini menunjukkan bahwa kopi tanpa kafein (decaf) juga memberikan efek positif terhadap fungsi otak dan kesehatan mental.
Hal ini diduga berasal dari senyawa alami dalam kopi, seperti polifenol, yang berperan dalam meningkatkan fungsi kognitif dan keseimbangan mikrobioma usus.
"Temuan kami menunjukkan bagaimana kopi memengaruhi respons mikrobioma dan sistem saraf, serta potensi manfaat jangka panjangnya bagi kesehatan," jelas Cryan.
Ia juga menambahkan bahwa kopi dapat menjadi bagian dari pola makan sehat untuk mendukung keseimbangan pencernaan dan kesehatan secara keseluruhan.
Simak Video "Martabak 'Low Sugar' dan Sruput Kopi di Pasar Alsut"
[Gambas:Video 20detik]
(sob/adr)




KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN