Pernah merasa makanan jadi hambar setelah kena COVID-19? Ternyata kondisi ini bukan sekadar efek sementara. Ini penjelasan ilmiahnya!
Studi terbaru menemukan bahwa hilangnya kemampuan mengecap rasa bisa bertahan lama, bahkan hingga lebih dari satu tahun setelah seseorang terjangkit COVID-19.
Dilansir dari Food & Wine (21/04/2026), penelitian yang dimuat dalam jurnal Chemical Senses mengungkap bahwa gangguan rasa jangka panjang pada penderita COVID-19 berkaitan dengan perubahan pada sel pengecap di lidah. Sehingga banyak orang yang setelah sembuh dari virus ini tetap merasa lidah mereka hambar saat makan. Temuan ini sekaligus menjelaskan kenapa sebagian orang merasa makanan tidak lagi senikmat dulu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di awal pandemi COVID-19, hilangnya indra perasa jadi salah satu gejala paling umum bagi penderita yang terjangkit virus ini. Namun, tidak semua pasien kembali normal sepenuhnya. Dalam studi tersebut, peneliti mengamati 28 pasien COVID-19 yang tidak dirawat di rumah sakit, tetapi masih mengalami gangguan rasa lebih dari satu tahun.
Hasilnya, delapan orang menunjukkan fungsi pengecap yang tidak normal. Sementara itu, 11 orang lainnya kehilangan kemampuan merasakan jenis rasa tertentu, seperti manis, pahit, atau umami. Menariknya, rasa makanan atau minuman yang asin dan asam masih relatif aman dan tetap bisa dirasakan oleh sebagian besar peserta.
Rasa makanan hambar.Foto: Getty Images/iStock/Site News |
Bukan cuma sekadar perasaan saja, gangguan ini ternyata punya dasar ilmiah. Peneliti menemukan adanya penurunan messenger RNA (mRNA) pada sel pengecap di tubuh pasien yang pernah terjangkit COVID-19. Padahal, mRNA berperan penting dalam membantu sel mengirim sinyal rasa ke otak. Saat kadarnya menurun, sinyal yang dikirim jadi lebih lemah.
"Zat ini bekerja seperti penguat sinyal di dalam sel perasa. Sinyalnya diperkuat sebelum dikirim ke otak. Kalau kadarnya menurun, sinyal rasanya juga jadi lebih lemah." ujar Thomas Finger, PhD, profesor biologi sel dan perkembangan di University of Colorado Anschutz
Akibatnya lidah tidak bisa menangkap rasa dengan optimal. Tak hanya itu, biopsi juga menunjukkan adanya perubahan struktur pada kuncup pengecap. Artinya, masalah ini terjadi langsung pada jaringan lidah, bukan sekadar efek sementara.
Dalam temuan ini, rasa manis, pahit, dan umami jadi yang paling terdampak. Sementara rasa asin dan asam cenderung tetap bisa dirasakan. Hal ini menunjukkan bahwa setiap jenis rasa memiliki mekanisme berbeda pada lidah atau indera pengecap lainnya, sehingga tidak semuanya terpengaruh secara sama oleh COVID-19.
Meski belum ada pengobatan pasti, penelitian ini jadi langkah penting untuk memahami penyebab hilangnya rasa dalam jangka panjang pada orang yang pernah terjangkit COVID-19.
(sob/sob)


KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN