Menu sarapan ini menjadi pilihan banyak dokter dengan jadwal yang super padat karena dinilai bernutrisi untuk menjaga energi sepanjang hari. Apa saja ya?
Sarapan kerap dianggap sepele, padahal sarapan merupakan waktu makan yang penting untuk menjaga tubuh tetap fit dan berenergi sebelum memulai aktivitas di pagi hari.
Tapi menu sarapan tidak boleh asal pilih, karena jika mengonsumsi menu makanan yang tidak sehat, efeknya juga akan menganggu kesehatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menu makanan yang tepat bisa membantu menjaga stamina, sementara pilihan yang kurang sesuai berpotensi memicu rasa lemas, sakit kepala, hingga cepat lapar. Dari berbagai pilihan yang ada, banyak tenaga medis seperti dokter dari beragam spesialisasi ternyata mengandalkan menu yang sama, yakni oatmeal.
Ilustrasi oatmeal Foto: Getty Images/Stefan Tomic |
Dilansir dari TODAY (21/04/2026),namun bukan sembarang oatmeal yang dipilih. Para dokter dan ahli gizi cenderung mengonsumsi steel-cut oats (menir oat yang masih utuh) yang dikenal memiliki kandungan serat lebih tinggi, termasuk serat larut beta-glukan. Jenis serat ini berperan penting dalam menjaga kesehatan pencernaan, membantu keteraturan usus, serta mencegah sembelit.
Meski demikian, jenis rolled oats (oat gulung) tetap bisa menjadi alternatif karena lebih praktis disiapkan dan masih memberikan manfaat serupa, meski kandungan seratnya sedikit lebih rendah. Para dokter umumnya menambahkan biji-bijian seperti chia seeds dan biji labu, kacang-kacangan, serta buah segar maupun buah kering agar oatmeal mereka lebih bernutrisi.
"Saat sarapan saya berusaha mengonsumsi makanan yang mengandung banyak serat, lemak sehat dari biji-bijian, serta fitonutrien yang baik dari buah kering," ujar Dr. Jennifer McQuade, asisten profesor sekaligus dokter-peneliti di bidang onkologi melanoma medis di University of Texas MD Anderson Cancer Center.
Kombinasi ini menghasilkan asupan serat, protein, lemak sehat, vitamin, dan mineral yang mampu memberikan rasa kenyang lebih lama sekaligus menjaga energi tetap stabil. Selain itu, oatmeal juga mudah dikreasikan. Susu yang digunakan bisa disesuaikan, termasuk susu nabati untuk mengurangi asupan lemak jenuh.
Ilustrasi banana oatmeal Foto: Getty Images/Hazal Ak |
Variasi topping pun untuk oatdapat diubah sesuai selera atau musim, seperti menggunakan apel atau pir, atau mengganti dengan beri dan persik agar tidak membosankan. Meski oatmeal menjadi pilihan paling populer, ada pula alternatif sarapan sehat lain yang kerap dikonsumsi. Yogurt tanpa pemanis dengan tambahan buah segar, biji-bijian, atau kacang bisa menjadi opsi praktis.
Roti gandum dengan alpukat atau selai kacang juga banyak dipilih, bahkan ada yang menambahkan sumber protein seperti putih telur atau salmon. Selain itu, smoothie yang berisi buah, sayur, kacang, dan biji-bijian juga menjadi pilihan karena mudah dibuat dan kaya nutrisi.
Pada dasarnya, sarapan sehat mengandalkan kombinasi serat, protein, dan lemak sehat. Perpaduan ini membantu menjaga rasa kenyang lebih lama tanpa menyebabkan lonjakan gula darah yang drastis. Dengan pilihan yang tepat, sarapan tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga mendukung produktivitas sepanjang hari.
(sob/sob)



KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN