Inovasi Pangan Masa Depan? India 'Rakit Ulang' Beras Jadi Lebih Sehat

Inovasi Pangan Masa Depan? India 'Rakit Ulang' Beras Jadi Lebih Sehat

Dita Aliccia Armadani - detikFood
Jumat, 17 Apr 2026 15:30 WIB
Ilustrasi beras
Foto: Getty Images/iStockphoto/Fahroni
Jakarta -

Beras selama ini dikenal sebagai sumber energi utama, tetapi kandungan proteinnya relatif rendah dan dapat memicu lonjakan gula darah. Kini, muncul inovasi baru bernama designer rice sebagai solusi. Begini keistimewaannya!

Melansir Times of India (15/4), para ilmuwan dari Council of Scientific and Industrial Research (CSIR) dan National Institute for Interdisciplinary Science and Technology (CSIR-NIIST) di Thiruvananthapuram, India mengembangkan inovasi baru bernama designer rice.

Varian beras ini dirancang memiliki kandungan protein lebih tinggi dan indeks glikemik (GI) yang lebih rendah dibanding beras biasa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Proyek ini dipimpin oleh C. Anandharamakrishnan, Direktur CSIR-NIIST, yang menyebut inovasi ini sebagai bentuk 'food architecture'. Proses pembuatan designer rice dilakukan dengan teknologi pangan, bukan rekayasa genetik.

Para peneliti memecah beras konvensional menjadi komponen utamanya seperti pati, protein, dan serat, kemudian menyusunnya kembali dengan komposisi yang lebih bernutrisi.

ADVERTISEMENT

Sebagian pati dikurangi dan digantikan dengan tambahan protein serta mikronutrien penting. Proses ini dianalogikan seperti membangun ulang rumah, dengan struktur yang diperkuat oleh protein. Proses ini juga tidak menggunakan bahan kimia berbahaya dan aman untuk dikonsumsi.

Menariknya, bahan dasar yang digunakan adalah broken rice atau beras pecah, yang biasanya dijual dengan harga lebih rendah. Beras ini digiling menjadi tepung, lalu dicampur dengan protein serta mikronutrien seperti zat besi, asam folat, dan vitamin B12.

Campuran tersebut kemudian dibentuk kembali menjadi butiran beras yang menyerupai beras biasa, baik dari segi rasa, tekstur, maupun tampilan.

Inovasi ini juga ditujukan untuk mengatasi dua masalah sekaligus, yaitu tingginya kasus diabetes dan fenomena 'hidden hunger' atau kekurangan nutrisi meski asupan kalori cukup.

Dengan indeks glikemik di bawah 55, designer rice melepaskan energi secara lebih lambat usai dikonsumsi sehingga membantu mencegah lonjakan gula darah. Selain itu, kandungan proteinnya meningkat signifikan, dari sekitar 6-8% pada beras biasa menjadi lebih dari 20%.

Selain tinggi protein, beras ini juga diperkaya dengan zat besi, asam folat, dan vitamin B12 yang berperan dalam membantu mengatasi anemia. Dari sisi konsumsi, beras ini tidak mengharuskan perubahan pola makan karena tetap bisa diolah menjadi berbagai hidangan seperti nasi biasa.

Inovasi ini membuka peluang peningkatan nilai bagi petani sekaligus menghadirkan alternatif pangan yang lebih bernutrisi.

(adr/adr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads