Buah kecil berwarna merah yang dikenal sebagai 'miracle fruit' mendadak jadi sorotan. Buah ini disebut bisa membantu pasien kanker mengatasi efek samping kemoterapi. Berikut penjelasannya.
Dilansir dari Fox News (15/04/2026), buah yang secara ilmiah disebut 'Synsepalum dulcificum' ini berasal dari Afrika Barat. Sejak lama warga lokal mengenalnya karena kemampuan buah ini dalam mengubah rasa makanan dari asam menjadi manis.
Efek unik tersebut berasal dari kandungan protein bernama miraculin, yang bekerja pada reseptor rasa di lidah. Efek inilah yang dinilai dapat membantu pasien yang mengalami perubahan rasa selama menjalani pengobatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Buah 'Ajaib' Ini Berpotensi Bantu Pasien Kemoterapi Makan Lebih Nyaman Foto: Site Culinary/Visual |
Untuk diketahui, salah satu efek samping yang paling umum dari kemoterapi adalah kondisi yang dikenal sebagai 'chemo mouth'. Pasien akan merasakan makanan yang masuk ke mulut seperti logam, hambar, atau bahkan tidak enak.
Kondisi ini dapat berdampak serius karena membuat pasien jadi kehilangan nafsu makan, yang berujung pada penurunan berat badan dan masalah nutrisi. Dr. Mike Cusnir, ahli onkologi dari Mount Sinai Medical Center di Miami, menjelaskan bahwa perubahan rasa sering kali dianggap sepele, padahal dampaknya bisa signifikan.
"Perubahan rasa pada mulut ini pada akhirnya membuat pasien yang melakukan kemotrapi merasa semua makanan hambar. Awalnya mungkin dianggap tidak penting, tetapi lama-kelamaan menjadi mengganggu hingga pasien tidak mau makan dan mengalami penurunan berat badan," ujarnya.
Buah 'Ajaib' Ini Berpotensi Bantu Pasien Kemoterapi Makan Lebih Nyaman Foto: Site Culinary/Visual |
Menurut Cusnir, berbagai cara seperti menggunakan alat makan plastik atau menambahkan bumbu tidak selalu efektif mengatasi masalah tersebut. Ia menemukan potensi solusi setelah seorang pasien memperkenalkan miracle fruit kepadanya. Buah ini mengandung protein bernama miraculin yang dapat mengubah persepsi rasa secara sementara, biasanya selama 30 - 40 menit.
Dalam sebuah studi kecil yang dilakukan timnya, sekitar setengah dari jumlah pasien yang mencoba miracle fruit melaporkan adanya perbaikan dalam persepsi rasa dan kualitas hidup yang lebih baik. Bahkan, sekitar 14% di antaranya mengalami kenaikan berat badan. Meski demikian, hasil ini masih bersifat awal dan belum dapat digeneralisasi.
Pusat kanker Memorial Sloan Kettering Cancer Center juga menyatakan bahwa bukti ilmiah terkait efektivitas miracle fruit ini masih terbatas dan tidak konsisten. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memastikan manfaat serta keamanan penggunaannya.
Cusnir menekankan bahwa meskipun belum ditemukan efek samping serius, pasien tetap disarankan berkonsultasi dengan tenaga medis sebelum mencoba terapi tambahan, termasuk untuk menambahkan miracle fruit ke pola makan harian.
"Jika pasien bisa kembali menikmati makanan, meski hanya sebagian, hal itu dapat membantu mereka merasa lebih terhubung dengan keluarga dan meningkatkan kualitas hidup selama kemotrapi berlangsung," pungkas Cusnir.
(sob/adr)



KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN