Kopi menjadi minuman favorit banyak orang untuk memulai aktivitas harian. Namun jika dikonsumsi dengan bahan tambahan secara berlebihan, efeknya justru bisa berdampak pada kulit.
Selain memberikan energi, konsumsi kopi dalam jumlah wajar juga sering dikaitkan dengan berbagai manfaat kesehatan, termasuk membantu menjaga kondisi kulit.
Namun, tidak banyak yang menyadari bahwa bahan tambahan dalam kopi justru dapat memberikan dampak sebaliknya. Penggunaan krimer, gula, atau bahan lain yang umum ditambahkan ke dalam kopi berpotensi memengaruhi kesehatan kulit secara perlahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kandungan tertentu di dalamnya dapat memicu kerusakan kolagen hingga mempercepat tanda penuaan. Karena itu penting untuk memahami apa saja yang terkandung dalam minuman sehari-hari agar tetap aman bagi kesehatan, termasuk menjaga kualitas kulit dalam jangka panjang.
Dilansir dari Newsweek (16/04/2026), berikut penjelasan dari ahli kulit terkait bahan tambahan di kopi yang bisa mengganggu kesehatan kulit.
1. Kebiasaan Minum Kopi dan Dampaknya bagi Kulit
Cara minum kopi. Foto: Getty Images/Chee Hian Pua |
Bagi banyak orang, kopi menjadi bagian penting untuk memulai hari. Selain memberikan energi, konsumsi kopi dalam jumlah wajar juga dikaitkan dengan manfaat kesehatan, termasuk membantu memperlambat tanda penuaan kulit.
Namun, menurut dermatolog kosmetik Dr. Nora Jaafar, masalah justru muncul dari bahan tambahan dalam kopi yang kerap dianggap sepele.
"Kafein memiliki hubungan ganda dengan kulit. Dalam penggunaan topikal, kafein bersifat antioksidan, tetapi jika berlebihan dapat meningkatkan hormon kortisol yang merusak kolagen," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kadar kortisol tinggi dapat membuat kulit tampak kering, kusam, dan mempercepat proses penuaan. Dengan demikian, bukan kopi yang menjadi masalah utama, melainkan apa yang ditambahkan ke dalamnya.
2. Kandungan dalam Krimer Kopi
Bahaya krimer dalam kopi Foto: Getty Images/iStockphoto/PJjaruwan |
Krimer kopi menjadi salah satu bahan tambahan yang paling sering digunakan untuk memperkaya rasa kopi. Namun, di balik rasanya yang creamy, terdapat sejumlah bahan yang perlu diperhatikan.
Krimer umumnya mengandung minyak terhidrogenasi, padatan sirup jagung, serta emulsifier sintetis. Minyak terhidrogenasi digunakan untuk memperpanjang masa simpan, sementara padatan sirup jagung berfungsi sebagai pemanis. Emulsifier ditambahkan untuk menjaga tekstur dan kestabilan produk.
Meski fungsional dalam industri makanan, kombinasi bahan tersebut dinilai kurang baik bagi kesehatan jika dikonsumsi berlebihan. Penggunaan krimer yang tinggi dalam konsumsi harian dapat membawa dampak yang tidak disadari, terutama bagi kesehatan kulit dalam jangka panjang.
3. Dampak Bahan Krimer terhadap Kesehatan Kulit
Dampak Bahan Krimer terhadap Kesehatan Kulit. Foto: Getty Images |
Menurut Dr. Nora Jaafar, kandungan dalam krimer kopi dapat memengaruhi kesehatan kulit dari berbagai sisi.
"Minyak terhidrogenasi dapat merusak lapisan pelindung kulit sehingga menjadi kering dan sensitif," jelasnya. Ia juga menyebut bahwa sirup jagung dapat meningkatkan kadar gula darah yang memicu proses glikasi, yaitu kerusakan kolagen dan elastin yang mempercepat penuaan.
Selain itu, emulsifier sintetis berpotensi mengganggu keseimbangan mikrobioma usus. Ketidakseimbangan ini sering kali berdampak pada kulit dalam bentuk peradangan, jerawat, hingga rosacea.
"Bahan-bahan tersebut menyerang kesehatan kulit dari berbagai arah secara bersamaan," tambahnya.
4. Alternatif Minuman yang Lebih Sehat untuk Kulit
Bagi penikmat kopi, mengganti krimer dengan pilihan yang lebih sehat dapat menjadi langkah sederhana untuk menjaga kesehatan kulit. Dr. Nora Jaafar menyarankan penggunaan susu full cream atau susu oat tanpa pemanis sebagai alternatif. Selain itu, ia juga merekomendasikan matcha sebagai minuman pengganti.
"Matcha mengandung kafein dan L-theanine yang memberikan energi stabil tanpa lonjakan kortisol, serta kaya antioksidan yang melindungi kulit," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa rutin konsumsi bahan makanan alami seperti herbal atau jamur adaptogen, termasuk ashwagandha dan maca, dapat membantu mengatasi masalah kulit yang dipicu stres.
Simak Video "Martabak 'Low Sugar' dan Sruput Kopi di Pasar Alsut"
[Gambas:Video 20detik]
(sob/adr)




KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN