Kulkas Bisa Jadi Sumber Penyakit, Ini 3 Kesalahan yang Harus Dihindari

Kulkas Bisa Jadi Sumber Penyakit, Ini 3 Kesalahan yang Harus Dihindari

Dita Aliccia Armadani - detikFood
Rabu, 25 Mar 2026 06:00 WIB
Young woman sadly looking  inside a fridge
Foto: iStock
Jakarta -

Kulkas memang dapat diandalkan sebagai tempat menyimpan makanan, tapi bukan berarti sepenuhnya aman. Hindari 3 kesalahan berikut agar kulkas tidak jadi sumber penyakit.

Banyak orang beranggapan selama makanan disimpan di dalam kulkas, maka bahan tersebut akan tetap aman dan tahan lebih lama. Padahal, jika cara menyimpannya salah, kulkas justru bisa menjadi tempat berkembang biaknya bakteri.

Melansir dari mStar (4/3), kesalahan menyimpan makanan di dalam kulkas dapat memicu kontaminasi silang dan meningkatkan risiko keracunan makanan bagi penghuni rumah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Informasi ini dibagikan oleh Public Health Malaysia yang mengingatkan adanya beberapa kebiasaan sederhana yang sering dilakukan, tetapi berpotensi membahayakan kesehatan keluarga.

Berikut 3 kesalahan yang paling sering terjadi saat menggunakan kulkas.

ADVERTISEMENT

1. Menyimpan daging mentah sembarangan

An unrecognizable person is taking out a container filled with chopped veggies from the fridge.Menyimpan daging mentah sembarangan. Foto: Getty Images/iStockphoto/LukaTDB

Salah satu hal yang paling sering terjadi di kulkas rumah adalah menyimpan ayam, ikan, atau daging mentah hanya dengan bungkus plastik tipis lalu meletakkannya di rak bagian atas kulkas. Saat es mencair, cairan dari daging mentah yang kemungkinan mengandung bakteri seperti Salmonella, dapat menetes perlahan ke rak bagian bawah.

Yang lebih mengkhawatirkan, tetesan ini bisa mengenai sayur, buah, atau makanan lain yang tidak tertutup dengan baik. Kondisi tersebut disebut sebagai kontaminasi silang dan menjadi salah satu penyebab utama kasus keracunan makanan.

2. Menganggap semua jenis bakteri sama
Banyak orang mengetahui bahwa sebagian besar bakteri menjadi tidak aktif pada suhu dingin. Namun, kondisi ini tidak berlaku bagi bakteri Listeria monocytogenes.

Bakteri tersebut tetap mampu berkembang meskipun berada di dalam suhu kulkas. Infeksi Listeria dapat menyebabkan komplikasi serius, termasuk keguguran pada ibu hamil serta infeksi pada otak bayi. Bakteri ini biasanya terdapat pada produk susu yang tidak dipasteurisasi, sosis, serta sayuran yang telah terkontaminasi.

3. Menyimpan terlalu banyak makanan

Cute female taking eggs from the fridge, attractive housewife take care about health, fresh tasty organic food, healthy eating conceptFoto: iStock

Kebiasaan lain yang sering dilakukan adalah memasukkan terlalu banyak makanan hingga kulkas penuh. Ketika kulkas terlalu sesak, udara dingin tidak dapat bersirkulasi dengan baik. Akibatnya, muncul beberapa area yang memiliki suhu lebih hangat dibandingkan bagian lain.

Perbedaan suhu ini membuat bakteri kembali aktif dan berkembang lebih cepat. Dampaknya, makanan bisa lebih cepat rusak meskipun belum mencapai tanggal kedaluwarsa. Agar lebih aman, penataan makanan di dalam kulkas juga perlu diperhatikan.

Makanan siap santap seperti sisa lauk, kue, dan buah sebaiknya disimpan di rak paling atas. Sementara itu, bahan mentah seperti ayam, ikan, dan daging sebaiknya ditempatkan di rak paling bawah dan disimpan dalam wadah tertutup rapat agar tidak menetes ke makanan lain.

Dengan penataan yang tepat dan kebiasaan penyimpanan yang benar, kulkas tidak hanya menjaga makanan tetap segar, tetapi juga membantu melindungi kesehatan seluruh anggota keluarga.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Kepala BGN Setop SPPG di Bogor Buntut Kasus Keracunan Massal MBG"
[Gambas:Video 20detik]
(sob/adr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads