Miso merupakan salah satu bumbu dasar dalam berbagai hidangan Jepang, terutama sup. Siapa sangka olahan fermentasi kedelai ini dulunya jadi pelindung dari radiasi nuklir. Ini penjelasannya!
Pasta kedelai yang difermentasi dengan garam ini sudah lama menjadi bagian penting dari pola makan masyarakat Jepang. Namun, di balik rasanya yang khas, miso juga memiliki cerita menarik terkait kesehatan, khususnya setelah peristiwa pengeboman atom di Kota Nagasaki pada 9 Agustus 1945.
Dilansir dari NYPost (13/03/2026), paparan radiasi dari ledakan bom atom diketahui dapat menimbulkan berbagai risiko kesehatan serius, mulai dari luka bakar ringan, mual, hingga penyakit yang mengancam jiwa seperti kanker.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam situasi darurat tersebut, sejumlah tenaga medis di Jepang mencoba berbagai cara untuk membantu merawat korban. Salah satu pendekatan yang dilakukan adalah dengan memberikan makanan yang diyakini dapat mendukung pemulihan tubuh.
Miso, Bumbu Masak Khas Jepang Foto: Getty Images/Alexander Pyatenko |
Seorang dokter bernama Tatuichiro Akizuki yang bertugas di sebuah rumah sakit sekitar satu 1 km dari pusat ledakan di Nagasaki mencatat pengamatan menarik. Ia dan staf medis di rumah sakit tersebut secara rutin mengonsumsi sup miso yang disajikan bersama rumput laut wakame setiap hari.
Menurut pengamatannya, para staf, pasien, maupun dirinya tidak mengalami gejala akut penyakit akibat radiasi setelah kejadian tersebut. Pengalaman ini kemudian memunculkan dugaan bahwa miso mungkin memiliki efek perlindungan terhadap radiasi.
Beberapa penelitian lanjutan kemudian mencoba menguji kemungkinan tersebut melalui percobaan pada hewan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa miso dapat memberikan efek perlindungan tertentu terhadap radiasi, jika zat tersebut sudah terdapat dalam tubuh dalam konsentrasi tertentu sebelum paparan terjadi.
Selain itu, miso yang difermentasi lebih lama juga diduga berkaitan dengan peningkatan daya tahan tubuh setelah terpapar radiasi.
Selain potensi kaitannya dengan perlindungan radiasi, miso juga menarik perhatian dalam penelitian kesehatan lain. Dalam studi pada tikus, konsumsi miso ditemukan dapat membantu menekan pertumbuhan tumor paru-paru, payudara, dan hati.
miso soup Foto: iStock |
Efek ini dikaitkan dengan senyawa genistein, yaitu fitokimia yang dapat menghambat aliran darah ke jaringan tumor melalui proses yang dikenal sebagai anti-angiogenesis.
Di luar manfaat tersebut, miso kaya akan protein serta bakteri baik yang bermanfaat bagi sistem pencernaan. Dalam pola makan tradisional Jepang, miso sering dikonsumsi bersama makanan lain seperti rumput laut, teh hijau, acar, dan jamur yang dikenal mendukung kesehatan tubuh secara menyeluruh.
(sob/adr)



KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN