Racikan pir rebus sejak lama jadi konsumsi andalan orang China saat sedang batuk atau panas dalam. Kenapa ya pir rebus bisa punya manfaat sehat yang hebat?
Saat cuaca dingin, tenggorokan sering kali terasa kering, hidung mampet, dan kepala terasa berat. Di China, kondisi seperti ini biasanya tidak langsung diatasi dengan obat. Banyak orang justru memilih cara sederhana untuk menghangatkan tubuh, yaitu mengonsumsi pir rebus.
Buah pir yang direbus dan disantap selagi hangat sudah lama menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari, terutama saat mulai merasa masuk angin. Rasanya ringan, sedikit manis, dan mudah dicerna. Biasanya, air rebusan diseruput lebih dulu, kemudian baru daging buahnya dimakan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melansir Times of India (28/1), dalam pandangan pengobatan tradisional China, fase awal saat tubuh mulai terasa tidak nyaman dianggap sebagai momen penting. Pada tahap ini, gangguan kesehatan diyakini masih berada pada tahap awal dan belum berkembang lebih jauh. Karena itu, konsumsi makanan hangat seperti pir rebus dipercaya bisa membantu tubuh pulih lebih cepat.
Pir rebus dikenal memberi efek melembapkan, terutama pada tenggorokan dan saluran pernapasan. Sensasi hangat dari air rebusannya membuat tubuh terasa lebih nyaman, apalagi saat udara dingin atau kering. Itulah alasan pir menjadi pilihan, dibanding buah lainnya.
Pir rebus bisa ditambahkan aneka rempah agar lebih berkhasiat. Foto: Getty Images/iStockphoto/LouisHiemstra |
Selain dipercaya secara tradisional, pir juga diketahui mengandung berbagai senyawa alami. Dalam sejumlah kajian ilmiah, buah pir ditemukan mengandung flavonoid, triterpenoid, dan asam fenolik, yang sebagian besar terdapat pada kulit buahnya. Senyawa ini sering dikaitkan dengan efek antioksidan dan anti-inflamasi.
Meski begitu, konsumsi pir rebus tetap disarankan dalam jumlah wajar, karena jika berlebihan bisa memicu gangguan pencernaan seperti diare.
Cara membuat pir rebus pun sangat sederhana. Pir dicuci bersih, diiris, lalu direbus bersama air selama beberapa menit. Setelah air mendidih, apinya dikecilkan dan dibiarkan sekitar 2-4 menit. Sajikan selagi hangat, dengan cara meminum airnya terlebih dahulu, lalu memakan buah pirnya.
Pir juga dapat diolah menjadi hidangan lain, seperti pir kukus dengan gula batu, sup pir hangat, hingga campuran sup ayam. Semua olahan ini umumnya dikonsumsi saat cuaca dingin atau ketika tubuh mulai terasa kurang fit.
(adr/adr)


KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN