Roti sourdough masih jadi favorit di kalangan pencinta roti sehat. Ternyata ada manfaat yang bisa didapat dari konsumsi roti sourdough secara rutin.
Berbeda dari roti biasa, sourdough dibuat melalui proses fermentasi alami tanpa tambahan ragi instan. Proses inilah yang membuat sourdough disebut memiliki sejumlah manfaat bagi tubuh jika dikonsumsi secara rutin.
Dilansir dari Health (28/1), roti sourdough dikenal dengan cita rasa asam dan tekstur kenyal. Salah satu dampak positif utama dari konsumsi sourdough adalah pencernaan yang lebih baik. Proses fermentasi dalam pembuatan roti ini membantu memecah gluten, protein dalam gandum, jelai, dan gandum hitam yang sulit dicerna oleh sebagian orang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sourdough juga memiliki senyawa pemicu gangguan pencernaan dengan kadar yang lebih rendah, seperti FODMAPs, fitat, tanin, dan penghambat tripsin. Kondisi ini membuat sourdough lebih mudah dicerna dan berpotensi menimbulkan lebih sedikit keluhan pada saluran cerna dibanding roti yang dibuat dengan ragi roti komersial.
Sebuah tinjauan studi tahun 2023 terhadap 25 penelitian bahkan menunjukkan adanya peningkatan kenyamanan pencernaan pada orang yang beralih dari roti ragi biasa ke sourdough. Manfaat berikutnya berkaitan dengan keseimbangan gula darah.
Selama fermentasi, sourdough menghasilkan asam organik seperti asam laktat dan asam asetat yang memperlambat penyerapan pati di saluran pencernaan. Akibatnya, glukosa dilepaskan ke aliran darah secara bertahap sehingga lonjakan gula darah setelah makan dapat ditekan.
Hal ini tercermin dari indeks glikemik sourdough yang lebih rendah. Sebagai perbandingan, roti dari tepung gandum putih memiliki indeks glikemik sekitar 71, sedangkan sourdough berada di angka 54 untuk porsi yang sama. Selain itu, sourdough juga membantu penyerapan nutrisi.
Roti berbahan gandum utuh biasanya mengandung zat antinutrisi seperti fitat yang dapat menghambat penyerapan mineral penting, termasuk zat besi, kalsium, dan magnesium. Fermentasi pada sourdough mampu memecah zat-zat tersebut, bahkan beberapa formulasi disebut dapat mengurangi lebih dari 96 persen asam fitat dalam adonan.
Dari sisi gizi, sepotong sourdough seberat 59 gram mengandung 188 kalori, 36,5 gram karbohidrat, 7,67 gram protein, serta berbagai vitamin dan mineral seperti zat besi, folat, selenium, dan vitamin B.
Meski demikian, sourdough tetap mengandung gluten sehingga tidak cocok untuk penderita penyakit celiac atau yang sensitif terhadap gluten. Bagi yang ingin menikmati sourdough tanpa gluten, tersedia pilihan sourdough bebas gluten dari tepung millet, sorgum, teff, quinoa, atau soba, meski teksturnya akan berbeda karena tidak mengandung gluten.
(adr/adr)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN