Suka Makan Mie Instan? Ketahui Dulu 3 Fakta Penting Ini dari Pakar

Suka Makan Mie Instan? Ketahui Dulu 3 Fakta Penting Ini dari Pakar

Riska Fitria - detikFood
Sabtu, 30 Agu 2025 06:00 WIB
Young woman moving house sit on couch eating instant noodles after unpacking.
Foto: Getty Images/MTStock Studio
Jakarta -

Mie instan merupakan makanan favorit sejuta umat. Namun di masyarakat beredar luas anggapan kalau konsumsi mie instan berbahaya untuk kesehatan. Benarkah?

Mie instan merupakan sebuah terobosan dalam teknologi pangan. Hadirnya mie instan dianggap sebagai pilihan ideal, karena awet, praktis penyajiannya, dan lezat rasanya.

Sebagian besar mie instan dikeringkan dengan cara digoreng dalam minyak (deep frying). Hanya 3-4% mie instan yang dikeringkan dengan menggunakan air drying.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karena proses pembuatannya tersebut, mie instan kerap dipandang sebelah mata. Banyak yang menduga bahwa mie instan mengandung bahan kimia yang berbahaya untuk kesehatan.

Lantas benarkah hal ini? Dikutip dari Buku Putih Panduan Tanya Jawab Mie Instan milik F.G Winarno, berikut fakta yang dibeberkan 'Bapak Teknologi Pangan' Indonesia tersebut:

ADVERTISEMENT

1. Benarkah mie instan mengandung bahan kimia?

Mie instan identik dengan mienya yang berwarna kekuningan. Warna tersebut dihasilkan dari pemberian senyawa kalium karbonat ke dalam terigu.

Selain memberi warna kuning, senyawa tersebut juga membuat tekstur mie menjadi kenyal. Tanpa adanya bahan kimia tersebut, mie akan terasa lebih lunak dan mudah hancur.

Dari segi gizi, kadar kalium yang terdapat dalam mie instan diperlukan dalam tubuh. Itu dapat membantu mempertahankan tekanan darah yang baik. Adanya garam kalium karbonat tidak akan mengganggu kesehatan.

2. Apa kandungan bumbu mie instan?

Setiap kemasan mie instan selalu dilengkapi dengan bumbunya, ada yang berupa bubuk hingga minyak aroma. Dalam bumbu tersebut ada garam dapur.

Jika dihitung berdasarkan berat seluruh mie instan, kandungan garamnya ada sekitar 2-3%. Bagi mereka yang memiliki tekanan darah tinggi, mie instan bukanlah makanan yang dianjurkan.

Flavor yang terdapat pada kantong bumbu juga mengandung zat pewarna makanan. Ini untuk membuat kaldu atau kuah mie instan menjadi lebih menarik.

Dalam produk ini juga ditemukan kandungan MSG (Monosodium Glutamat). Meskipun MSG kerap dipandang sebelah mata, tetapi penggunaan MSG telah diizinkan oleh Codex.

3. Berapa banyak boleh makan mie instan?

Perlu ditekankan bahwa mie instan bukan jenis makanan yang mampu memenuhi kebutuhan gizi tubuh. Karenanya, konsumen tidak dianjurkan mengonsumsi mie instan berlebihan.

Makan mie instan sewaktu-waktu tidak akan membahayakan. Jika ingin menambah nilai gizi, kamu bisa mencampurkan telur rebus dan sayuran segar ke dalamnya.

Atau jika kamu khawatir dengan penggunaan bumbu mie instan, kamu bisa mengurangi porsi bumbunya. Atau bahkan jangan digunakan dan diganti dengan bumbu homemade sesuai selera.

(adr/adr)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads