Sebenarnya Apa Manfaat Sarapan? Ini 5 Fakta Sarapan dari Para Ahli

Sonia Basoni - detikFood Rabu, 06 Okt 2021 07:00 WIB
Pancakes with banana, walnuts and honey. Healthy breakfast. On dark wooden table background. Foto: Getty Images/iStockphoto/ArtLana

3. Tidak Sarapan Bisa Jadi Sumber Penyakit

Asian woman in casual clothes having continental breakfast in hotel restaurantcontinental breakfast Foto: Getty Images/iStockphoto/frantic00

Selain menambah berat badan, ada juga penelitian yang menjelaskan bahwa jarang sarapan bisa menjadi penyebab munculnya banyak penyakit. Menurut banyak penelitian, seperti studi yang diterbitkan pada jurnal Public Health Nutrition di tahun 2015 lalu.

Peneliti menyimpulkan bahwa orang-orang yang sering melewatkan sarapan, mengalami risiko kenaikan sekitar 21% lebih tinggi untuk menderita diabetes tipe 2. Mereka juga menyarankan bahwa dengan rajin sarapan bisa menghindari orang-orang dari diabetes tipe dua.

"Begitu juga kaitannya dengan kesehatan mental. Banyak sekali penelitian yang mengaitkan bahwa jarang makan sarapan, bisa meningkatkan risiko aneh, seperti orang-orang bisa lebih merasa depresi dan stres," ungkap Samantha Cassetty, selaku ahli nutrisi di kota New York.

Meski begitu Samantha juga menjelaskan banyaknya kontradiksi antara satu studi sarapan dengan studi sarapan lainnya. Kadang kedua kesimpulan dari dua penelitian berbeda tentang sarapan, bisa sangat berbeda jauh.

4. Sarapan Memang Baik untuk Tubuh

Top view of female hands holding fork and knife while having tasty breakfast at modern european cafe. Young woman eating fried eggs with toasts and morning coffee at restauranttasty breakfast Foto: iStock

Walau banyaknya kontradiksi yang ada, melewatkan sarapan di pagi hari tentunya bukan pilihan yang bagus menurut Samantha.

"Jika kita lihat dari satu penelitian, yang diterbitkan di jurnal Proceedings of the Nutrition Society di bulan Apri 2021 lalu. Mereka menyimpulkan bahwa orang-orang yang jarang sarapan, punya asupan nutrisi dan kalsium yang lebih sedikit. Termasuk vitamin, folate, dan iron," sambung Samantha.

"Bahkan meski mereka makan atau ngemil di luar jam sarapan, orang-orang tetap akan mendapatkan nutrisi yang lebih rendah karena mereka tidak sarapan," ungkap Samantha.

"Kalau kalian memang benar-benar malas sarapan, sebaiknya pastikan bahwa menu makan siang hingga makan malam memiliki asupan tambahan serta lebih sehat, agar semua nutrisi tubuh terpenuhi," pungkasnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com