ADVERTISEMENT

Badai Sitokin Bisa 'Dilawan' dengan 4 Makanan Kaya Probiotik Ini

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood
Senin, 23 Agu 2021 19:00 WIB
An overhead close up horizontal photograph of four artisanal and three traditional cheeses. JalapeƱo peppadew,brie, buffalo wing flavor, Jarlsberg, smoked Gouda with bacon, sharp Provolone and Wasabi (horseradish) flavored cheese, garnished with curly parsley and some red grapes.
Foto: iStock

3. Beberapa jenis keju

cottage cheeseFoto: Istock

Makanan kaya probiotik selanjutnya yang juga olahan susu adalah keju. Namun meski hampir semua jenis keju difermentasi, tak berarti semuanya mengandung probiotik.

Bakteri baik bertahan dalam proses aging beberapa jenis keju. Diantaranya keju gouda, mozzarella, cheddar, dan keju cottage.

Dikutip dari Healthline (23/8/21), keju juga merupakan sumber protein yang sangat baik. Vitamin dan mineral yang terkandung dalam keju juga banyak seperti vitamin B12, fosfor, selenium, dan kalsium. Mengonsumsinya dalam jumlah cukup berkaitan dengan risiko penyakit jantung dan osteoporosis yang lebih rendah.

4. Buttermilk

Meski tak sepopuler yogurt dan keju, buttermilk termasuk makanan kaya probiotik yang bagus dikonsumsi rutin. Buttermilk sendiri pada dasarnya adalah jenis susu fermentasi.

Buttermilk yang mengandung probiotik adalah yang jenis tradisional, bukan yang di-cultured. Jenis buttermilk ini sangat populer di India, Nepal, dan Pakistan.

Buttermilk rendah lemak dan kalori. Di sisi lain minuman sehat ini mengandung banyak vitamin dan mineral penting seperti vitamin B12, riboflavin, kalsium, dan fosfor.



Simak Video "Gemasnya Bakpao Karakter Khas Imlek di Solo"
[Gambas:Video 20detik]

(adr/adr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT