Wah! Kebiasaan Minum Kopi Ternyata Dipengaruhi oleh Faktor Genetika

Yenny Mustika Sari - detikFood Kamis, 06 Mei 2021 04:00 WIB
Minum Kopi Bisa Jadi Alat Deteksi COVID-19 Foto: iStock
Jakarta -

Ada orang yang suka minum kopi dan ada juga yang tidak. Ternyata kebiasaan minum kopi ini dipengaruhi oleh faktor genetik. Ini penjelasannya.

Kopi merupakan minuman bercita rasa pekat, ada semburat pahit, asam dan nutty. Karena itulah minuman ini digemari oleh banyak orang di dunia.

Ada yang minum kopi dengan tambahan gula, krimer, susu, namun ada juga yang tanpa campuran apapun. Jumlah porsi mengonsumsinya juga beragam, mulai dari 2-4 cangkir per harinya.

Jumlah asupan tersebut terbilang ideal bagi orang sehat dan tidak sensitif terhadap kafein. Karena bisa membantu dalam mengurangi stres, mengembalikan energi, dan meningkatkan fokus.

drinkPangeran Philip Rutin Minum Kopi Hitam di Pagi Hari, Ini 5 Manfaat Sehatnyakopi Foto: Getty Images/iStockphoto

Baca Juga: 5 Efek Minum Kopi Setiap Hari yang Terjadi pada Tubuh

Namun, para pecinta kopi banyak juga yang bisa mengonsumsi kopi lebih dari 4 cangkir dalam sehari. Ternyata kebiasaan minum kopi ini bisa dipengaruhi oleh faktor genetika, seperti dilansir dari Technology Networks (29/4).

Hal ini diungkapkan dalam sebuah penelitian yang pertama kali dilakukan dunia terhadap 390.435 partisipan. Peneliti dari University of South Australlia itu menemukan bukti kalau kesehatan jantung yang melibatkan tekanan darah dan detak jantung.

Contohnya pada orang yang memiliki masalah tekanan darah tinggi, angina, dan aritmia cenderung mengonsumsi kopi lebih sedikit. Mereka juga biasannya mengonsumsi kopi tanpa kafein (kopi decaff) bahkan sama sekali menghindari kopi dibandingkan mereka yang tidak memiliki gejala tersebut.

Catat! 12 Orang dengan Kondisi Ini Sebaiknya Tidak Minum KopiKopi Foto: Getty Images/pitchwayz

Profesor Elina Hypponen selaku Peneliti utama dan Direktur Pusat Kesehatan Presisi Australia UniSA mengatakan bahwa hasil temuan ini bersifat positif. Hal itu menunjukkan bahwa genetika kita secara aktif mengatur jumlah kopi yang dikonsumsi dan bisa melindungi kita dari konsumsi terlalu banyak.

"Orang-orang minum kopi karena berbagai alasan, ketika lelah, karena rasanya enak, atau hanya bagian dari rutinitas mereka," kata Prof Hypponen.

"Tapi yang tidak kami sadari adalah bahwa orang secara tidak sadar mengatur sendiri tingkat aman kafein mereka berdasarkan seberapa tinggi tekanan darahnya, dan ini merupakan hasil dari mekanisme genetika pelindung," lanjutnya.

Artinya orang yang minum banyak kopi cenderung lebih toleran secara genetik terhadap kafein dibandingkan dengan yang minumnya sedikit. Sebaliknnya bagi mereka yang tidak terbiasa mengonsumsi kopi atau minum kopi dtanpa kafein akan lebih rentan terhadap tekanan darah tinggi.

Proff Hypponen juga mengatakan jumlah kopi yang kita minum kemungkinan besar menjadi indikator kesehatan jantung kita. "Apakah kita minum banyak kopi, sedikit, atau bahkan menghindarinya, penelitian ini menunjukkan bahwa genetika memandu keputusan kita untuk melindungi kesehatan jantung," ujarnya.

"Kalau tubuhmu menyuruh untuk tidak minum secangkir kopi tambahan, mungkin karena ada alasannnya. Coba dengarkan tubuhmu agar lebih memikirkan kesehatan," sambungnya lagi.

Baca Juga: Manfaat Minum Kopi di Pagi Hari pada Tubuh



Simak Video "Unik! Menyeruput Kopi Rasa Nasi Kuning"
[Gambas:Video 20detik]
(yms/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com