Diet Intermittent Fasting, Ini Panduan dan Menunya untuk Turunkan Berat Badan

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood Selasa, 01 Des 2020 11:00 WIB
Diet Intermittent Fasting, Ini Panduan dan Menunya untuk Turunkan Berat Badan Foto: Getty Images/iStockphoto/everydayplus
Jakarta -

Diet intermittent fasting tak membatasi jenis asupan makanan, tetapi waktu untuk mengonsumsinya. Ini panduan dan menu diet intermittent fasting untuk turunkan berat badan.

Secara harfiah, 'diet intermittent fasting' berarti 'diet puasa berselang'. Artinya pelaku diet ini harus menjalani puasa berselang dalam mengonsumsi makanan dimana ada jam-jam mereka boleh makan, namun ada pula jam mereka tidak boleh makan.

Jenis diet ini banyak dipilih karena dianggap tidak terlalu menyiksa. Sebab pelaku diet intermittent fasting masih boleh mengasup apapun makanan favorit mereka, namun hanya perlu memperhatikan waktu konsumsinya.

Diet intermittent fasting juga sudah diikuti banyak selebriti ternama, mulai dari Beyonce, Ben Affleck, sampai Nicole Kidman. Pelakunya meyakini diet ini tidak hanya bisa menurunkan berat badan, tapi juga menyehatkan jantung hingga menurunkan risiko terkena kanker.

Baca Juga: Cara Tepat Ikuti Intermittent Fasting, Pola Makan yang Bisa Bikin Turun BB

Kalau tertarik jalani diet populer ini, perhatikan dulu panduannya. Situs Johns Hopkins Medicine (30/11) merangkum panduan diet intermittent fasting seperti berikut:

1. Cara kerja diet intermittent fasting

Diet Intermittent Fasting, Ini Panduan dan Menunya untuk Turunkan Berat BadanDiet Intermittent Fasting, Ini Panduan dan Menunya untuk Turunkan Berat Badan Foto: Getty Images/iStockphoto/everydayplus

Ahli saraf Mark Mattson sudah mempelajari diet intermittent fasting selama lebih dari 25 tahun. Ia menjelaskan setelah beberapa jam tubuh tidak mendapat asupan makanan, tubuh akan menghabiskan simpanan gulanya dan mulai membakar lemak. Ia menyebut proses ini sebagai peralihan metabolik.

"Diet intermittent fasting kontras dengan pola makan normal kebanyakan orang Amerika yang makan sepanjang jam bangun mereka. Jika seseorang makan tiga kali sehari, ditambah camilan, dan mereka tidak berolahraga, maka setiap kali mereka makan, mereka kehabisan kalori dan tidak membakar simpanan lemak mereka," ujar Mattson.

Ia menjelaskan diet intermittent fasting bekerja dengan cara memperpanjang periode tubuh membakar kalori yang dikonsumsi selama makan terakhir dan mulai membakar lemak.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com