Apakah Kopi Bisa Mengatasi Sembelit? Berikut Faktanya

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood Jumat, 13 Nov 2020 05:00 WIB
Apakah Kopi Bisa Mengatasi Sembelit? Berikut Faktanya Foto: Getty Images/iStockphoto/yipengge
Jakarta -

Manfaat minum kopi untuk kesehatan sangat banyak. Untuk pencernaan, apakah kopi bisa mengatasi sembelit? Yuk, cari tahu faktanya!

Sembelit jadi gangguan pencernaan yang dialami banyak orang. Penyebab utamanya adalah kurang asupan serat yang diperlukan guna mendorong pergerakan usus.

Untuk mengatasi sembelit, biasanya orang memperbanyak asupan buah dan sayur kaya serat. Mulai dari pepaya, apel, pir, hingga bayam.

Selain itu, ada juga yang beranggapan minum kopi bisa jadi solusi efektif atasi sembelit. Hal ini lantaran efek mulas yang kerap kali muncul usai minum kopi.

Tapi apakah kopi bisa mengatasi sembelit? Bagaimana pendapat para pakar kesehatan mengenai anggapan ini?

Berikut detikFood (12/11) merangkum fakta soal apakah kopi bisa mengatasi sembelit:

1. Klaim kopi sehatkan pencernaan

Apakah Kopi Bisa Mengatasi Sembelit? Berikut FaktanyaApakah Kopi Bisa Mengatasi Sembelit? Berikut Faktanya Foto: Getty Images/iStockphoto/yipengge

Dikutip dari Healthline (12/11), hasil penelitian terbaru di Italia menemukan bahwa konsumsi kopi bisa mencegah berbagai masalah pencernaan. Hanya saja klaim ini diragukan beberapa peneliti.

Pasalnya penelitian ini dilakukan Institute for Scientific Information on Coffee, yang beranggotakan enam perusahaan kopi utama Eropa. Penulis utama penelitian, Carlo La Vecchia memberikan penjelasannya.

"Efek kopi pada pencernaan adalah bidang penelitian yang berkembang. Data menunjukkan manfaat minum kopi untuk atasi masalah pencernaan yang umum seperti sembelit. Juga potensi penurunan risiko penyakit lebih serius seperti penyakit hati kronis, batu empedu, dan pankreatitis," ujarnya.

Menanggapi hal ini, Dr. Emeran Mayer, penulis "The Mind-Gut Connection" memberikan pandangannya. "Setahu saya, tidak ada studi kontrol, intervensi, dan berkualitas tinggi yang mendukung klaim tersebut," jelasnya.

Ia melanjutkan, "Sebagian besar studi ini menunjukkan hubungan yang tidak memungkinkan kesimpulan apa pun tentang kausalitas antara kopi dan penyakit ini (pencernaan)."

Selanjutnya
Halaman
1 2 3