Ampyang Maulid, Tradisi Syukuran Maulid Nabi Muhammad di Kudus

Devi Setya - detikFood Kamis, 29 Okt 2020 13:30 WIB
Festival Ampyang Maulid di Kudus 2019 Foto: Akrom Hazami/detikcom
Jakarta -

Kelahiran Nabi Muhammad SAW tentu menjadi hal istimewa bagi umat muslim. Di Kudus, ada syukuran ampyang maulid yang digelar saat Maulidan.

Ampyang Maulid digelar rutin oleh masyarakat Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Acara ini digelar sebagai ungkapan syukur dan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Masyarakat Loram Kulon yang paling aktif mengadakan ampyang maulid. Di kabupaten Kudus bahkan acara ini sudah masuk sebagai budaya yang diperingati setiap tanggal 12 Robi'ul Awal salam kalender islam.

Tradisi Ampyang Maulid di Kudus, Selasa (20/11/2018).Ampyang Maulid, Tradisi Syukuran Maulid Nabi Muhammad di Kudus Foto: Akrom Hazami/detikcom

Dirunut dari sejarahnya, ampyang maulid kabarnya sudah digelar sejak tahun 1500-an. Hingga kini masih terus lestari dan menjadi bagian dalam kegiatan masyarakat Kudus.

Ampyang Maulid berasal dari dua kata yaitu Ampyang dan Maulid. Menurut sesepuh Desa Loram Kulon, Ampyang adalah jenis kerupuk yang terbuat dari tepung, berbentuk bulat dengan warna yang beraneka macam. Sementara kata Maulid berasal dari bahasa Arab yang artinya kelahiran.

Bila dirangkai maka ampyang maulid memiliki arti makanan yang ditata dalam wadah dan disajikan saat memperingati hari lahirnya Nabi Muhammad SAW. Ampyang maulid digelar di Masjid Wali Loram Kulon.

Ampyang kini hadir dalam suguhan nasi yang dibungkus menggunakan daun jati. Isinya lengkap dengan lauk dan kerupuk. Saat menggelar acara ampyang maulid, ribuan bungkus nasi ampyang disusun dan ditata dengan cantik.

Nasi kepal ampyang adalah nasi berisikan nasi lengkap dengan kerupuk dan sayur yang dibungkus daun jati. Lauknya ikan bandeng, telur, serta tahu dan tempe.

Masyarakat biasanya mengolah nasi ini secara bersama-sama karena jumlahnya bisa mencapai ribuan porsi. Ampyang diletakkan dalam wadah anyaman bambu berbentuk persegi.

Tradisi Ampyang Maulid di Kudus, Selasa (20/11/2018).Ampyang Maulid, Tradisi Syukuran Maulid Nabi Muhammad di Kudus Foto: Akrom Hazami/detikcom

Wadah-wadah berisi ampyang ini kemudian disusun sehingga membentuk miniatur bangunan masjid dan mushola. Setiap sisi wadah juga dilengkapi hiasan bunga jambul, yakni bambu serut yang dibentuk bunga cantik.

Selain ampyang, ada juga berbagai makanan lain yang hadir seperti buah dan aneka makanan lainnya. Semua makanan ini kemudian diarak keliling kampung dan dibagikan kepada masyarakat saat perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW.



Simak Video "Rekomendasi Sambal buat Kamu"
[Gambas:Video 20detik]
(dvs/odi)