7 Dampak dan Bahaya Negatif Minuman Keras Beralkohol

Lusiana Mustinda - detikFood Selasa, 29 Sep 2020 11:30 WIB
Young depressed man Dampak negatif dari minuman beralkohol. Foto: Getty Images/eclipse_images
Jakarta -

Alkohol merupakan minuman keras yang dapat mempengaruhi berbagai struktur dan proses sistem saraf pusat. Alkohol juga memiliki efek toksik yang cukup besar pada sistem pencernaan dan kardiovaskular.

Minuman keras beralkohol diklasifikasikan sebagai karsinogenik oleh Badan Internasional untuk Penelitian Kanker dan meningkatkan risiko beberapa jenis kanker. Alkohol sebagai imunosupresan dan meningkatkan risiko penyakit menular, termasuk tuberkulosis dan HIV.

Konsumsi minuman keras beralkohol juga dikaitkan dengan beberapa risiko kesehatan jangka pendek dan jangka panjang. Sehingga sulit untuk menentukan ambang batas populasi yang berlaku secara universal untuk minum berisiko rendah.

Berikut beberapa dampak dan bahaya negatif dari minuman keras beralkohol:

1. Kelenjar pencernaan dan endokrin

Minum terlalu banyak alkohol dapat menyebabkan aktivasi abnormal enzim pencernaan yang diproduksi oleh pankreas. Penumpukan enzim ini dapat menyebabkan peradangan yang dikenal sebagai pankreatitis. Pankreatitis dapat menjadi komplikasi serius jika dikonsumsi dalam jangka panjang.

2. Kerusakan inflamasi

Hati adalah organ yang membantu mencegah dan menghilangkan zat berbahaya dari tubuh Anda, termasuk alkohol. Penggunaan alkohol jangka panjang bisa mengganggu proses ini. Hal ini juga dapat meningkatkan risiko peradangan hati kronis dan penyakit liver. Jaringan parut yang disebabkan oleh peradangan ini dikenal sebagai sirosis.

Pembentukan jaringan parut merusak hati, Karena hati semakin rusak, semakin sulit mengeluarkan zat beracun dari tubuh.

3. Kadar gula

Pankreas membantu mengatur penggunaan insulin tubuh Anda dan respon terhadap glukosa. Ketika pankreas dan hati Anda tidak berfungsi dengan baik, Anda berisiko mengalami gula darah rendah. Pankreas yang rusak juga dapat mencegah tubuh memproduksi cukup insulin untuk memanfaatkan gula.

Jika tubuh Anda tidak dapat mengelola dan menyeimbangkan kadar gula darah, Anda mungkin dapat mengalami komplikasi dan efek samping yang lebih besar terkait diabetes.

4. Sistem saraf pusat

Dampak lain dari bahaya konsumsi minuman keras beralkohol adalah dapat memengaruhi sistem saraf pusat. Ucapan cadel adalah salah satu tanda pertama Anda terlalu banyak minum. Alkohol dapat mengurangi komunikasi antara otak dan tubuh Anda. Ini membuat koordinasi menjadi lebih sulit.

Karena alkohol menyebabkan lebih banyak kerusakan pada sistem saraf pusat, Anda mungkin akan mengalami mati rasa dan kesemutan di kaki dan tangan.

Terlalu banyak konsumsi minuman keras beralkohol juga bisa membuat otak sulit mengingat jangka panjang. Seiring waktu, kerusakan lobus frontal dapat terjadi. Area otak ini bertanggung jawab untuk kontrol emosional, memori jangka pendek dan penilaian.

5. Sistem pencernaan

Hubungan antara konsumsi alkohol dan sistem pencernaan memang tidak terlihat langsung secara jelas. Akan tetapi terlalu banyak konsumsi minuman beralkohol dapat merusak jaringan di saluran pencernaan dan mencegah usus mencerna makanan serta menyerap nutrisi dan vitamin. Akibatnya bisa terjadi malnutrisi.

Minum alkohol banyak juga bisa menyebabkan perut kembung, diare, hingga pendarahan internal yang berbahaya.

6. Sistem imun

Minum banyak alkohol bisa mengurangi sistem kekebalan alami tubuh. Hal ini membuat tubuh Anda lebih sulit untuk melawan kuman dan virus yang menyerang.

Orang yang minum alkohol dalam jangka waktu lama juga lebih mungkin mengembangkan pneumonia atau tuberkulosis daripada masyarakat umum. Dikutip dari Healthline, sekitar 10 persen dari semua kasus tuberkulosis di seluruh dunia terkait dengan konsumsi alkohol. Minum alkohol juga meningkatkan risiko beberapa jenis kanker, termasuk mulut, payudara dan usus besar.

7. Ginjal

Minuman keras beralkohol juga memiliki efek diuretik sehingga dapat meningkatkan produksi urin dalam tubuh. Semakin banyak alkohol dikonsumsi maka jumlah urin yang diproduksi semakin banyak. Hal ini membuat ginjal kesulitan untuk mengatur aliran urin dan cairan tubuh ke seluruh tubuh. Keseimbangan elektrolit dalam tubuh pun menjadi terganggu dan memicu dehidrasi.

Dampak negatif dan berbahaya dari konsumsi minuman keras beralkohol adalah rentan alami komplikasi penyakit yang berakibat fatal seperti kerusakan tulang, kanker hingga serangan jantung.



Simak Video "Menjajal Martabak Manis Tradisional di Bogor "
[Gambas:Video 20detik]
(lus/pal)