Mie Instan Sehat, Apa Benar-benar Lebih Menyehatkan?

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood Rabu, 09 Sep 2020 09:00 WIB
Fakta mie instan sehat Foto: Getty Images/iStockphoto/FernandoChee

4. Perhatikan bumbu mie instan

Fakta mie instan sehatFakta mie instan sehat Foto: Getty Images/iStockphoto/FernandoChee

Chef Jason Lim dari Ramen Lab memberikan pandangan tambahan. Menurutnya dalam produk apapun, mie hanyalah mie. Yang paling berisiko justru kuah dan bumbu mie instan.

Guo Ren dari Temasek Polytechnic mengatakan bumbu mie instan pada produk mie instan sehat belum tentu lebih menyehatkan. Ia menyoroti kandungan sodium di dalamnya. Sebab pada suatu percobaan, mie instan sehat mengandung sampai 1.300 mg sodium pada bumbunya. Hal ini membuktikan metode pemasakan mie tidak berkaitan dengan jumlah sodium pada bumbu mie instan sehat.

"Apa artinya? Bisa jadi produsen coba mengakali rasa yang kurang gurih pada proses pengeringan mie tanpa minyak, dengan menambahkan lebih banyak sodium pada bumbunya," jelas Ren. Menurutnya, menghilangkan MSG secara khusus juga tidak berarti membuat mie lebih sehat.

Pasalnya produsen mie instan sehat bisa menambahkan perasa lain. "Misalnya, protein nabati terhidrolisis dan ekstrak ragi. Sekarang ini adalah perasa alami, tetapi mereka menambahkan rasa umami, itu ... rasa gurih," jelas ahli gizi Jaclyn Reutens.

Ia menjelaskan, "Kandungan seperti inosinate dan guanylate, yang merupakan perasa buatan, juga memberikan rasa umami itu. Tapi mereka juga sangat tinggi sodium." Sebagai alternatif yang benar-benar sehat, konsumen dianjurkan hanya menggunakan setengah bumbu mie instan, atau membuat kaldu dan bumbu sendiri untuk mie mereka.

5. Mie instan sehat lebih mahal

Fakta mie instan sehatFakta mie instan sehat Foto: Getty Images/iStockphoto/FernandoChee

Di balik semua keunggulan yang ditawarkan, tak bisa dipungkiri rasa mie instan sehat lebih mahal. Karenanya tak semua penggemar mie instan mau beralih ke varian ini. Sebab survei Nielsen di Singapura menemukan 45% responden mau makan mie instan karena harganya yang murah.

Karenanya ketika harga mie instan sehat lebih mahal, meski sedikit, mereka tak terlalu tergoda mencobanya. Mereka beranggapan asupan serat yang kurang dari konsumsi mie instan biasa bisa diakali dengan makan lebih banyak buah dan sayur. Sementara untuk mendapat kalori yang lebih rendah, mereka tetap memilih makan mie instan biasa namun lebih sedikit.

Reutens menyimpulkan, "Kesalahpahaman yang sering terjadi adalah makanan sehat itu tidak enak dan lebih mahal. Tapi sebenarnya Anda tak perlu menghabiskan banyak uang jika tahu bagaimana trik membuat makanan sehat dengan makanan yang 'normal'."

Sebagai contoh, alih-alih beli mie instan sehat, Anda bisa beli bihun kering di pasar yang lebih murah. Bahan makanan ini mengandung karbohidrat maupun serat. Lalu bihun bisa dikreasikan dengan ragam sayuran yang membuat rasanya makin nikmat.

Baca Juga: Bahaya Mie Instan, Makanan Susah Dicerna yang Picu Obesitas dan Hipertensi

Halaman
1 2 3 Tampilkan Semua

(adr/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com