9 Kandungan ASI dan Perbedaan Hindmilk dan Foremilk

Lusiana Mustinda - detikFood Rabu, 05 Agu 2020 18:30 WIB
baby bottle filed with breast milk and storage bags with frozen breastmilk, breastfeeding concept Kandungan ASI. Foto: iStock
Jakarta -

Kandungan ASI yang sangat banyak dengan perpaduan nutrisi sempurna membuatnya jadi makanan terbaik untuk bayi. Pemberian ASI secara eksklusif direkomendasikan untuk 6 bulan pertama kemudian diikuti dengan penambahan makanan pendamping ASI dan meneruskan pemberian ASI sampai usia si kecil 2 tahun.

ASI diproduksi oleh tubuh wanita secara khusus untuk memenuhi kebutuhan gizi si kecil. ASI memberikan segala apa yang dibutuhkan tubuh bayi untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangannya secara tepat. Tidak hanya sumber nutrisi, salah satu kandungan ASI yang terdapat pada ASI juga dapat melindungi bayi dari sakit melalui antibodi yang berasal dari ibu ke bayi lewat ASI.

Kandungan ASI terdiri dari ratusan molekul bioaktif yang berbeda. Kandungan ASI dan sufor (susu formula) yang berbeda hanya terdapat pada zat imunitas yang hanya bisa didapatkan dari ASI.

Berikut ini kandungan ASI yang istimewa dan tak boleh terlewatkan yang dilansir dalam verywell family:

Kandungan makronutrien dalam ASI

1. Air


Kandungan ASI yang pertama adalah air. ASI terdiri dari 90 persen air. Tubuh manusia bergantung pada air untuk berfungsi secara optimal. Air mempertahankan hidrasi, membantu mengatur suhu tubuh, melumasi sendi dan melindungi organ.

2. Karbohidrat


Karbohidrat adalah sumber energi yang disukai otak. Karbohidrat utama yang ada di dalam ASI adalah gula susu yang dikenal sebagai laktosa. ASI mengandung lebih banyak laktosa daripada susu sapi. Karbohidrat lain yang ditemukan dalam ASI (seperti oligosakarida) mempromosikan bakteri sehat di usus bayi. Bakteri ini dapat melindungi usus bayi dan membantu melawan penyakit seperti diare pada bayi.

3. Lipid (lemak)


Lipid atau lemak ada di kandungan ASI sekitar 4 persen. Lipid adalah sumber utama energi, kolesterol dan asam lemak esensial seperti DHA. Kandungan ASI ini diperlukan untuk perkembangan otak, sistem saraf dan penglihatan bayi.

Kandungan lemak yang tinggi dalam kalori ASI juga bertanggung jawab atas kenaikan berat badan bayi yang sehat. ASI harus secara alami mengandung lemak yang dibutuhkan si kecil terutama selama 6 bulan pertama.

Baby bottle with milk and manual breast pump. A lot of full bottles with breast milk on the background. Mother's milk - the most healthy food for newbornKandungan ASI. Foto: iStock

4. Protein


Protein bermanfaat untuk membangun, memperkuat dan memperbaiki jaringan tubuh. Protein diperlukan untuk membuat hormon, enzim dan antibodi. Protein dalam ASI sangat mudah dicerna dan protein ini sangat penting di setiap tahap siklus hidup manusia untuk bertahan hidup.

Laktoferin adalah bentuk protein dalam ASI yang memindahkan zat besi ke seluruh tubuh bayi. Laktoferin juga membantu melindungi usus bayi dari infeksi.


Kandungan bioaktif ASI


Ada beberapa elemen ASI yang tidak dapat ditemukan dalam susu formula. Zat unik ini diturunkan dari ibu.

5. Immunoglobulin (Antibodi)

Kandungan ASI untuk meningkatkan daya tahan tubuh bayi adalah immunoglobulin. Imunoglobulin adalah antibodi yang melawan penyakit. Karena zat kekebalan alami ini, ASI hampir dapat dianggap sebagai vaksin pertama bayi. Sifat-sifat ASI membantu melindungi si kecil dari flu, infeksi telinga, muntah, diare dan infeksi berbahaya lainnya.

Antibodi utama dalam ASI adalah Secretory Immunoglobulin A (IgA). IgA melapisi paru-paru dan usus bayi, melindungi untuk mencegah kuman memasuki tubuh dan aliran darah. Bayi yang lahir prematur bisa mendapatkan manfaat kekebalan tubuh tambahan dari ASI.

Closeup of young woman holding cute little baby in her hands, lulling him in bed. Panorama with free spaceMenyusui. Foto: Getty Images/iStockphoto/Prostock-Studio


6. Hormon


Hormon memiliki banyak pekerjaan di tubuh manusia. Mereka dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan, metabolisme, respons stres dan nyeri serta regulasi tekanan darah. Hormon yang terlibat dalam produksi susu termasuk prolaktin, hormon tiroid dan faktor pertumbuhan.

7. Enzim


Beberapa enzim ditemukan dalam ASI. Beberapa membantu pencernaan dengan memecah lemak atau protein, sementara yang lain memberikan dukungan kekebalan tubuh.


Kandungan mikronutrien dalam ASI

8. Vitamin


Kandungan ASI yang lainnya adalah vitamin. Vitamin dalam ASI dapat mendukung kesehatan tulang, mata dan kulit yang sehat. Mereka diperlukan untuk mencegah penyakit gizi buruk seperti penyakit kudis dan rakhitis. Kandungan ASI ialah memiliki semua vitamin yang dibutuhkan untuk mendukung kesehatan bayi. Namun jumlah vitamin D, folat atau vitamin B6 dalam tubuh Bunda bisa saja lebih rendah sehingga membutuhkan konsumsi makanan lebih banyak dari sumber tersebut.

9. Mineral


Seperti vitamin, ASI juga mengandung mineral yang dibutuhkan bayi agar tumbuh sehat dan kuat. Ini termasuk zat besi, zinc, kalsium, natrium, klorida, magnesium dan selenium. Mineral digunakan untuk membangun tulang yang kuat, menghasilkan sel darah merah dan meningkatkan fungsi otot dan saraf yang tepat.

Perbedaan hindmilk dan foremilk

Selain kandungan makronutrien dan mikronutrien, ASI juga mengandung dua bagian yang dikenal sebagai foremilk dan hindmilk. Foremilk adalah ASI yang berbeda pada sesi awal saat ibu menyusui. Bayi mengisap foremilk selama menyusui normal. Tampilan foremilk lebih encer dan kaya akan karbohidrat, vitamin dan protein serta tinggi laktosa.

Sedangkan kandungan ASI bernama hindmilik adalah ASI yang terdapat di belakang sel yang memproduksi ASI. Hindmilk memiliki tampilan yang lebih kental dan mengandung kalori serta lemak yang tinggi sehingga dapat membuat si kecil merasa kenyang. Hindmilk juga berperan dalam pertumbuhan dan peningkatan berat badan bayi.



Simak Video "Bikin Laper: Manis Gurih Tongseng Wagyu dan Sumsum Tulang"
[Gambas:Video 20detik]
(lus/pal)