5 Hal Ini Bisa Sebabkan Cegukan Setelah Makan

Riska Fitria - detikFood Sabtu, 27 Jun 2020 08:00 WIB
Penyebab cegukan setelah makan Penyebab cegukan setelah makan Foto: iStock
Jakarta -

Pernahkah kamu merasakan cegukan setelah makan? Tahukah kamu bahwa cegukan itu bisa terjadi karena kebiasaan makan kamu.

Cegukan setelah makan sering kali dirasakan banyak orang. Hal tersebut tentu sangat mengganggu. Cegukan adalah respon dari kontraksi yang dialami pada otot diafragma. Diafragma merupakan membran otot yang berperan penting pada sistem pernapasan.

Setiap kali mengambil nafas, diafragma akan berkontraksi. Namun ketika kontraksi pada otot diafragma terjadi secara berlebihan, kemudian pita suara juga akan ikut berkontraksi untuk mencegah masuknya udara berlebihan.

Intinya cegukan terjadi karena diafragma dan pita suara yang mengalami kontraksi karena banyaknya udara yang masuk ke tubuh.

Menurut Vincent Pedre, MD, Spesialis Kedokteran Fungsional, inilah yang menyebabkan munculnya suara cegukan. Cegukan setelah makan bisa disebabkan karena kebiasaan makan.

Kebiasaan makan itu berkaitan dengan tempo waktu, porsi, jenis makanan hingga suhu dari makanan tersebut. Dilansir dari Well and Good (05/10/18) berikut 5 kebiasaan makan yang dapat menyebabkan cegukan setelah makan.

Baca Juga : Sering Dialami, Apakah Cegukan Bisa Jadi Berbahaya?

1. Makan Terlalu Cepat

Penyebab cegukan setelah makanPenyebab cegukan setelah makan Foto: iStock

Makan dengan terburu-buru adalah salah satu penyebab cegukan setelah makan. ketika makan terlalu cepat, maka tekanan pada perut ketika dimasukkan makanan akan membuat diafragma berkontraksi.

Nah, hal ini lah yang akhirnya menyebabkan munculnya suara 'hik' atau cegukan. Selain itu, ketika makan secara terburu-buru biasanya ada sejumlah udara yang ikut tertelan masuk.

Keberadaan udara inilah yang bisa juga memicu kontraksi diafragma dan sekaligus merangsang penutupan katup epiglotis yang menyebabkan terjadinya cegukan setelah makan.

"Makan dengan cepat misalnya makan sambil menelan air juga membuat perut buncit, itu nanti bisa mengiritasi otot diafragma," ujar Vincent Pedre, MD, Spesialis Kedokteran Fungsional.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3