Ini Sebabnya Rutin Minum Teh Hitam Bisa Turunkan Berat Badan

Odilia WS - detikFood Rabu, 03 Jun 2020 08:00 WIB
glass teapot with chinese tea, cup of herbal tea Foto: detikFood/iStock
Jakarta -

Teh hitam merupakan jenis teh yang paling banyak dikonsumsi di dunia. Selain aroma dan rasanya yang enak, teh hitam juga bisa bantu turunkan berat badan.

Teh hitam berasal dari Camelia sinensis yang sudah dinikmati orang China sejak ribuan tahun silam. Daun teh yang baru dipetik kemuda digulung dengan tikar bambu hingga agak memar. Teh mengalami proses oksidasi sehingga warnanya menjadi cokelat gelap dengan aroma tajam.

Pada tingkat oksidasi tertentu teh hitam kemudian dikeringkan. Selanjutnya teh dikemas. Ada yang dijual dalam bentuk daun kering dan ada juga yang digiling dan dikemas dalam kantung.

Saat diseduh teh hitam akan berwarna cokelat kemerahan gelap. Aromanya ada yang segar seperti daun hingga dengan jejak aroma tembakau yang lamat-lamat. Jenis teh hitam yang terkenal seperti English breakfast dan lapsang souchong. Sementara produk teh hitam asal Assam dan Ceylon terkenal akan kualitasnya yang bagus.

Sebelum teh hijau jadi superfood, teh hitam sudah lebih dulu dinikmati banyak orang sebagai penjaga kesehatan. Kini teh hitam disebut sebagai teh yang bisa mendukung penurunan berat badan. Makanya banyak orang mulai menyukai teh hitam.

Green Tea in a Cup.Teh hitam untuk menurunkan berat badan. Foto: Istock



Dirangkum dari beberapa sumber, berikut ini beberapa penyebab teh hitam bisa membantu berat badan turun.

1. Teh hitam adalah prebiotik

Studi terbaru yang dipublikasi European Journal of Nutrition menemukan bahwa teh hitam juga bekerja sebagai prebiotik untuk memperlancar sistem pencernaan. Studi yang dipimpin oleh Susanne Henning dari fakultas UCLA Centre for Human Nutrition bersama Dr. Zhaoping Li meneliti efek teh hitm pada percobaan berat badan tikus.

Tikus dibagi menjadi 4 grup berbeda dan diberi makanan berbeda. Dua grup tikus kontrol diberi makanan rendah lemak, tinggi gula atau tinggi lemak dan diet tinggi gula. Sementara dua grup tikus lainnya diberi makanan yang sama. Hanya satu grup yang diberi ekstrak teh hijau dan satu guro lain diberi ekstrak teh hitam. Mereka dimonitor selama 4 minggu.

Hasilnya kelompok tikus yang makan tinggi lemak dan menerima ekstrak teh punya berat sama dengan yang hanya konsumsi makanan rendah lemak. Peneliti juga menemukan asupan teh hitam mengembangkan bakteri usus yang sehat yaitu Pseudobutyrivibrio. Tikus yang mengonsumsi teh hitam alami kenaikan rangkaian pendek asam lemak.

Molekul teh hitam juga lebih besar dan lebih lama ada dalam usus. Kehadiran molekul ini bisa membantu mengembangkan mikroorganisme baru dalam microbioma.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3


Simak Video "Bikin Laper: Jajal Lamb Mandi Khas Timur Tengah di BSD City"
[Gambas:Video 20detik]