Ini Bedanya '4 Sehat 5 Sempurna' dengan 'Isi Piringku'

Lusiana Mustinda - detikFood Senin, 18 Nov 2019 08:30 WIB
4 Sehat 5 Sempurna berbeda dengan Isi Piringku. Foto: iStock 4 Sehat 5 Sempurna berbeda dengan Isi Piringku. Foto: iStock
Jakarta - Jargon 4 Sehat 5 Sempurna memang sudah melekat sejak dulu. Namun kini jargon ini sudah digantikan dengan Isi Piringku. Apa perbedaan keduanya?

Slogan 4 Sehat 5 Sempurna pertama kali dipopulerkan di Indonesia oleh Prof. Poerwo Soedarmo pada tahun 1950-an.


4 Sehat 5 Sempurna adalah makanan sehat yang mengandung 4 sumber nutrisi yakni makanan pokok (karbohidrat), lauk pauk, sayur-sayuran, buah-buahan dan disempurnakan dengan susu.

Dianggap tak lagi sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan gizi. Akhirnya Kementerian Kesehatan mulai mengkampanyekan slogan 'Isi Piringku' pada tahun 2017 sebagai pengganti 4 Sehat 5 Sempurna.

Berbeda dengan 4 Sehat 5 Sempurna, Isi Piringku menggambarkan porsi makan dalam satu piring yang terdiri dari 50 persen buah dan sayur. Dan 50 persen sisanya terdiri dari karbohidrat dan protein.

Kalau isi 4 sehat 5 sempurna hanya menekankan pada jenis karbohidrat, lauk pauk, sayuran, buah dan susu. Isi piringku lebih menekankan tidak hanya pada jenis makanannya saja tetapi juga membatasi gula, garam dan lemak dalam konsumsi sehari-hari.

4 Sehat 5 Sempurna dan Isi Piringku4 Sehat 5 Sempurna dan Isi Piringku Foto: iStock

Lebih lengkap daripada Isi Piringku, perkembangan ilmu gizi juga mengelompokkan 4 sehat 5 sempurna menjadi Pedoman Umum Gizi Seimbang (PUGS).

PUGS terdiri dari pola makan gizi seimbang, minum air putih cukup, aktivitas fisik minimal 30 menit per hari dan mengukur tinggi badan yang sesuai untuk mengetahui kondisi tubuh.

Prof Dr Hardinsyah, MS, Ketua Umum Pergizi Pangan Indonesia mengatakan, salah satu alasan mengapa perlu adanya pedoman gizi seimbang adalah meningkatnya angka penyakit tidak menular dan kegemukan pada masyarakat Indonesia. Di sisi lain, masih tingginya jumlah anak yang mengalami stunting juga merupakan masalah tersendiri.

Pedoman gizi seimbang diharapkan dapat menjadi pedoman bagi keluarga Indonesia untuk memenuhi kebutuhan gizi dan nutrisi. Dengan adanya pedoman gizi seimbang, diharapkan anak Indonesia tidak mengalami kegemukan, tidak kerempeng dan tidak kekurangan gizi.

Jadi jangan sampai salah ya mengartikan 4 Sehat 5 Sempurna, Isi Piringku dan Gizi Seimbang.





Simak Video "Salenco, Kafe Sehat dengan Sajian Menu yang Memanjakan Lidah"
[Gambas:Video 20detik]
(lus/odi)