Psst! Camilan Berlabel Sehat Belum Tentu Menyehatkan

Dewi Anggraini - detikFood Rabu, 10 Apr 2019 18:16 WIB
Foto: Istock
Jakarta - Camilan berlabel sehat ternyata memiliki kandungan gula dan lemak yang cukup tinggi. Hal itu dibeberkan oleh tim peneliti dari asosiasi konsumen Belanda.

Consumentenbond, sebuah asosiasi konsumen asal Belanda menguji sebanyak 50 camilan alternatif menyehatkan yang dijual bebas di sana. Mereka menandai tiap camilan kemasan dengan sistem penilaian makanan sehat baru bernama 'Nutri-Score' seperti dilaporkan Dutch News (9/4).

Sistem penilaian itu terbagi dalam lima kategori yakni, A, B, C, D, dan E. Camilan yang masuk dalam kategori paling baik diberi label 'A' berwarna hijau.

Psst! Camilan Berlabel Sehat Belum Tentu MenyehatkanFoto: Istock

Warna label yang semakin merah menandakan bahwa camilan tergolong ke dalam camilan yang tidak sehat. Karenanya label merah dengan huruf 'E' jadi kategori camilan paling tidak sehat.

Hasilnya amat mencengangkan. Sebab muesli bar masuk ke dalam camilan yang tinggi gula. Muesli bar merupakan camilan ringan yang terbuat dari kacang-kacangan atau buah-buahan kering.

Baca juga: Mengejutkan! Ini Kandungan Gula Dalam 9 Makanan Sehat (1)

Psst! Camilan Berlabel Sehat Belum Tentu MenyehatkanFoto: Istock

Di Indonesia, muesli bar kemasan mudah ditemukan di mini market dan kerap dijadikan camilan sehat. Orang yang melakukan diet untuk meraih badan ramping pasti terbiasa mengonsumsi muesli bar kemasan. Bisa dibilang, muesli bar merupakan camilan sehat yang dicap sebagai camilan yang tak bikin gemuk jika dikonsumsi secara rutin.

Padahal dikutip dari Insider (27/07), muesli bar atau energy bar mengandung gula sekitar 9-23 gram.

Ini membuktikan bahwa walaupun dibuat dengan campuran beberapa jenis kacang dan biji, muesli bar tidak hanya mengandung serat tapi juga gula. Ini dikarenakan kandungan gula alami yang ada pada buah-buahan terkonsentrasi ketika dikeringkan.

Salah satu biskuit beras atau rice crakers berlapis yogurt yang cukup populer di sana saja masuk dalam camilan Nutri-Score E. Alasannya karena biskuit itu ditutupi yoghurt manis berlemak.

Psst! Camilan Berlabel Sehat Belum Tentu MenyehatkanFoto: Istock

Saat ini, asosiasi konsumen itu tengah mendesak pemerintah Belanda untuk menerapkan metode 'Nutri-Score' pada seluruh bahan pangan kemasan yang dijual bebas.

Nutri-Score sendiri dikembangkan di Prancis. Metode ini memberi peringkat makanan berdasarkan jumlah kalori, gula, garam, protein, dan serat yang terkandung di dalamnya.

Untuk itu sebaiknya perhatikan kembali kandungan kalori, gula, garam, protein, dan serat dari tiap camilan yang akan Anda beli lewat tabel gizi yang ada dibalik kemasan.

Baca juga: 9 Jenis Makanan Sehat yang Menjebak (dwa/odi)