Konsumsi Sebotol Wine Tiap Minggu Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Payudara

Dewi Anggraini - detikFood Selasa, 02 Apr 2019 10:26 WIB
Foto: iStock Foto: iStock
Jakarta - Konsumsi sebotol wine per minggu tingkatkan risiko terkena kanker payudara. Kabarnya, risikonya setara dengan menghisap 10 batang rokok per minggu.

Merokok dapat menyebabkan berbagai pernyakit, salah satunya kanker. Meski begitu, banyak orang yang belum tahu bahwa rutin minum wine juga sebabkan hal yang sama.

Berdasarkan penelitian terbaru, wanita yang minum sebotol wine per minggu setara dengan menghisap sebanyak 10 batang rokok. Sedangkan bagi laki-laki, meminum sebotol wine sama saja seperti menghisap sebanyak 5 batang rokok.

Konsumsi Sebotol Wine Tiap Minggu Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Payudara Foto: Istimewa

Keduanya sama-sama tingkatkan risiko terserang kanker. Hanya saja risikonya lebih besar bagi wanita karena konsumsi alkohol sebabkan peningkatan risiko kanker payudara.

Dikutip dari This Is Insider (28/3), penelitian ini dilakukan oleh Rumah Sakit Universitas Southampton NHS Foundation Trust, Bangor University, dan University of Southampton yang diterbitkan di BMC Public Health.

"Penelitian kami menggambarkan persentase peningkatan risiko kanker penduduk Inggris terkait jumlah konsumsi alkohol yang berbeda dan ini satu-satunya penelitian yang menjadikan rokok sebagai pembanding risiko yang ada, " jelas pimpinan penelitian, Dr Theresa Hydes.

Konsumsi Sebotol Wine Tiap Minggu Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Payudara Foto: Istimewa

Lebih lanjut Dr Hydes menjelaskan bahwa tujuan dibuatnya penelitian ini ialah untuk melihat kerusakan yang dihasilkan dari konsumsi satu botol wine setara dengan konsumsi berapa batang rokok.

"Temuan kami menunjukkan bahwa sebotol wine per minggu setara dengan menghisap lima batang rokok untuk pria dan 10 batang rokok untuk wanita," jelasnya.

Baca juga: Ilmuwan Ciptakan Alkohol Sintetis yang Tidak Bikin Mabuk

Hal tersebut didapat lewat data risiko kanker seumur hidup milik Cancer Research UK. Pihak Cancer Research UK sebelumnya sudah pernah menerbitkan data mengenai jumlah kanker yang diderita masyarakat di mana bisa dikaitkan dengan konsumsi tembakau dan alkohol.

Mereka memperkirakan jika 1.000 pria dan 1.000 wanita yang tidak merokok masing-masing meminum sebotol wine per minggu selama masa hidup mereka, sekitar 10 pria dan 14 wanita akan alami pengembangan kanker pada titik tertentu dalam tubuh mereka.

Untuk pria, kemungkinan terbesarnya terkena kanker saluran pencernaan. Sedangkan bagi wanita, sebanyak 55% kasus berkaitan dengan kanker payudara.

Konsumsi Sebotol Wine Tiap Minggu Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Payudara Foto: Istimewa

Jika jumlah wine yang dikonsumsi meningkat jadi tiga botol per minggu atau sekitar setengah botol per hari, angka peserta yang terkena kanker naik menjadi sekitar 36 orang dari 1.000 wanita dan 19 orang dari 1.000 pria.

Konsumsi tiga botol wine per minggu sama dengan menghisap sekitar 23 batang rokok per minggu untuk wanita dan delapan batang rokok untuk pria. Meski begitu, para peneliti menekankan bukan berarti sesekali meminum wine punya konsekuensi yang sama seperti halnya merokok.

"Penelitian ini tidak mengatakan bahwa konsumsi alkohol dalam jumlah sedang sama halnya dengan merokok. Temuan kami berhubungan dengan risiko seumur hidup di seluruh populasi yang ada," jelasnya.

"Pada tingkat individu, risiko kanker yang disebabkan oleh konsumsi alkohol atau merokok dampaknya akan bervariasi," tambahnya.

Konsumsi Sebotol Wine Tiap Minggu Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Payudara Foto: iStock

Namun, Anda perlu mempertimbangkan bahwa minum satu botol wine per minggu tingkatkan risiko kanker seumur hidup pada pria bukan perokok sebesar 1% dan sebesar 1,4% pada wanita. Sedangkan konsumsi tiga botol wine tingkatkan risiko kanker pada pria bukan perokok sebesar 1,9% dan wanita sebesar 3,6%.

Lewat hasil penelitian ini, para peneliti berharap orang akan lebih cerdas memilih bahan apa saja yang akan diasup tubuh.

"Sudah banyak yang tahu bahwa konsumsi alkohol berkaitan dengan kanker mulut, tenggorokan, kotak suara, kerongkongan, usus, hati, dan payudara. Namun berbeda dengan merokok, dampak ini belum dipahami secara luas oleh masyarakat," tutur Dr Hydes.

"Kami berharap dengan menggunakan rokok sebagai pembanding, kami bisa mengkomunikasikan pesan ini lebih efektif sehingga membantu orang-orang dalam memilih gaya hidupnya," pungkasnya.

Baca juga: Minum Teh atau Kopi Terlalu Panas Bisa Picu Kanker Kerongkongan (dwa/odi)