Asupan Gula Jagung Pada Minuman Kemasan Terbukti Tingkatkan Risiko Tumor

Devi Setya - detikFood Kamis, 28 Mar 2019 17:18 WIB
Foto: istock Foto: istock
Jakarta - Pemanis buatan bukan hanya memberi dampak buruk bagi penderita diabetes. Bahkan fruktosa gula jagung juga meningkatkan risiko tumor.

Dikabarkan Food Ndtv (28/3) fruktosa gula jagung yang terkandung dalam makanan dan minuman kemasan ternyata berpotensi memberikan dampak buruk. Para pakar kesehatan menyebut kalau zat tambahan ini bisa mempengaruhi sistem kesehatan tubuh.
Asupan Gula Jagung Pada Minuman Kemasan Terbukti Tingkatkan Risiko TumorFoto: istock

Baca juga : Ini Sebabnya Konsumsi Pemanis Buatan Picu Makan Berlebih

Mengacu pada sebuah penelitian yang baru dilakukan, fruktosa dari gula jagung terbukti memperburuk tumor. Penelitian ini melibatkan seekor tikus yang menderita kanker usus besar.

Para peneliti dari sejumlah universitas di Amerika ini mengatakan fruktosa gula jagung meningkatkan pertumbuhan sel dalm tumor. Semakin banyak asupan pemanis buatan ini maka resikonya semakin buruk, bahkan termasuk mengonsumsi satu gelas soda dalam sehari.

Penelitian yang berjudul 'sirup jagung fruktosa meningkatkan pertumbuhan tumor usus pada tikus' ini juga sudah diterbitkan dalam jurnal Science. Dalam laporan penelitian ini juga tercatat salah satu faktor pendorong kenaikan tingkat obseitas adalah konsumsi fruktosa tinggi.
Asupan Gula Jagung Pada Minuman Kemasan Terbukti Tingkatkan Risiko TumorFoto: istock

Lewat penelitian ini para peneliti melihat dampak pemberian fruktosa setiap hari pada tikus yang terjangkit tumor. Dari sini bisa dilihat pertumbuhan tumor yang signifikan.

"Di dalam sel tumor, fruktosa diubah menjadi fruktosa-1-fosfat yang mengaktivasi glikolisis dan peningkatan asam lemak yang menjadi pendukung pertumbuhan tumor," kata peneliti.

Baca juga : Ini Nama Samaran Gula yang Sering Ada di Kemasan Makanan

Lebih lanjut, para peneliti juga menyimpulkan kalau konsumsi minuman atau makanan dengan pemanis buatan sudah bisa dipastikan akan meningkatkan sel tumor. Di Amerika, pemanis buatan ini sudah dibatasi penggunaannya, tapi di banyak negara masih minim peraturan.

Selain meningkatkan pertumbuhan tumor, pemanis buatan ini juga menjadi pemicu obesitas hingga diabetes. Jadi sebagai solusi, kurangi konsumsi berbagai makanan dan minuman dengan pemanis buatan. (dvs/odi)