'Sedekah Putih' Dibicarakan di Debat Cawapres, Bisakah Susu Cegah Stunting?

Lusiana Mustinda - detikFood Senin, 18 Mar 2019 13:40 WIB
Foto: iStock Foto: iStock
Jakarta - Debat cawapres bicarkan stunting dan 'sedekah putih', Pemberian nutrisi penting pada anak sejak dini jadi bahasan kedua calon wakil presiden.

Kemarin (17/3), dalam debat Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno menghadirkan program Sedekah Putih untuk atasi stunting anak TK dan SD.

Akan tetapi cawapres nomor urut 01 Ma'ruf Amin menyebut Sedekah Putih bukanlah program yang tepat untuk mengatasi stunting. Menurutnya, pencegahan harus dilakukan dengan kondisi gizi cukup ibu hamil hingga 2 tahun usia bayi. "Istilah Sedekah Putih menimbulkan pemahaman yang mengacaukan masyarakat," kata Ma'ruf Amin dalam debat cawapres di Hotel Sultan, Minggu (17/3/2019).

'Sedekah Putih' Dibicarakan di Debat Cawapres, Bisakah Susu Cegah Stunting?Foto: iStock

"Sedekah Putih bersifat partisipatif dan kolaboratif dengan dunia usaha. Mereka bisa membantu kecukupan gizi tak hanya susu, tapi juga kacang hijau atau tablet penambah gizi," kata Sandiaga pada Minggu (17/3/2019).

Sebelumnya, capres nomor urut 2 Prabowo Subianto juga menggagas gerakan 'Revolusi Putih'. Salah satunya memberikan susu pada anak-anak agar mendapatkan asupan dan gizi yang mumpuni.

Baca juga: Ma'ruf Amin Serang Program Sedekah Putih Sandiaga

Menurut Master of Nutrition and Diabetics Leona Victoria Djajadi mengatakan,"Mencegah stunting membutuhkan makanan yang cukup karbohidrat, protein dan kalsium. Susu mengandung ketiganya," jelas Victoria.

Ia juga menambahkan bahwa kacang hijau sebagai sumber protein dan karbohidrat dengan indeks glikemiks rendah yang baik. "Kalau dari sumber kacang-kacangan, sumber protein yang mempunyai asam amino lengkap adalah kacang kedelai. Jadi selain kacang hijau, bisa juga produk kacang kedelai," jelasnya.

'Sedekah Putih' Dibicarakan di Debat Cawapres, Bisakah Susu Cegah Stunting?Foto: iStock

Meskipun ASI jadi sumber makanan terbaik untuk bayi. Namun untuk anak-anak usia sekolah bisa diberikan susu formula. Biasanya susu formula telah difortifikasi dengan vitamin, mineral dan omega 3 (DHA) sehingga bisa dikatakan komplet zat gizinya.

Namun karena kandungannya yang komplet, banyak orang tua yang mispresepsi. Banyak yang mengatakan susu dapat menggantikan makanan, Leona mengatakan,"Ini salah 1 mispresepsi yang sangat lazim terjadi pada ibu balita. Selepas 1 tahun (12 bulan), susu formula tidak bisa menggantikan makanan utama," pungkas wanita cantik dan ramah ini kepada detikFood (18/03/2019).

Leona mengingatkan, sebaiknya susu digunakan sebagai pelengkap makanan. Diberikan di jam-jam penting saja seperti bangun atau sebelum tidur dan bisa juga saat jam snacking.

Pastikan anak-anak mendapatkan asupan nutrisi dari bahan makanan alami. Dalam sekali makan selalu lengkapi porsi makan yang mengandung karbohidrat, protein, lemak dan serat.

Baca juga: Sandiaga Sebut Kacang Hijau dan Susu Bisa Cegah Stunting, Apa Nutrisinya? (lus/odi)