Ini Tips Sederhana dari Peneliti Untuk Kurangi Kalori Nasi

Riska Fitria - detikFood Senin, 22 Okt 2018 18:35 WIB
Foto: Istock Foto: Istock
Jakarta - Nasi kerap dihindari karena mengandung banyak kalori yang picu kenaikan berat badan. Peneliti ini punya tips sederhana untuk kurangi kalori nasi.

Sebagai makanan pokok, nasi menjadi paduan sempurna untuk beragam hidangan. Namun, konsumsi dihindari karena mengandung banyak kalori. Secangkir nasi mengandung sekitar 240 kalori. Namun, kini Anda bisa kurangi kandungan kalori tersebut.

Sebuah penelitian yang dipresentasikan pada tahun 2015 pada National Meeting & Exposition of the American Chemical Society (ACS) ke-249 telah menemukan tips untuk mengurangi kandungan kalori pada nasi. Menurut penelitian tersebut, dengan menambahkan satu sendok teh minyak kelapa ke air sebelum memasak, dan kemudian mendinginkan nasi tersebut, kalori pada nasi bisa berkurang.
Ini Tips Sederhana dari Peneliti Untuk Kurangi Kalori NasiFoto: Istock
Baca juga : Hasil Penelitian Ungkap Jika Yogurt Bisa Jadi Pemicu Obesitas

Itu karena pati pada beras dapat dicerna atau biasa disebut pati resisten sehingga bisa menurunkan jumlah kalori. Berbeda jika tidak diberi minyak kelapa, pati resisten tersebut tidak teurai di usus kecil, sehingga karbohidrat biasanya dimetabolisme menjadi glukosa dan gula sederhana lainnya dan diserap ke dalam aliran darah.

Penelitian yang melibatkan 38 jenis beras berbeda dari Sri Lanka itu mengatakan bahwa cara tersebut bisa 10 kali lebih tahan pati. Dibandingkan dengan beras biasa tanpa campuran minyak kelapa.

Penelitian ini berkaitan dengan maraknya obesitas yang disebabkan oleh kalori pada makanan, seperti pada nasi. "Karena obesitas adalah masalah kesehatan yang berkembang, teruma di banyak negara berkembang, kami ingin mencari solusi berbasi makanan," ungkap pemimpin tim penelitian, Sudhair A. James, yang berada di College of Chemical Sciences, Kolombo, Sri Lanka.
Ini Tips Sederhana dari Peneliti Untuk Kurangi Kalori NasiFoto: Istock
Lebih lanjut Sudhair menuturkan bahwa dirinya bersama tim menemukan peningkatan konsentrasi pada pati resisten merupakan cara baru untuk menyelesaikan masalah. Menurutnya, setelah tubuh mengubah karbohidrat menjadi glukosa, maka sisa bahan bakar apa pun akan diubah menjadi karbohidrat plisakarida yang disebut glikogen.

Glikogen bisa memberikan energi pada hati dan otot, bahkan bisa menjadi glukosa sesuai kebutuhan. Yang menjadi permasalahan adalah kelebihan glukosa yang tidak diubah menjadi glikogen itu akan berubag menjadi lemak, sehingga berimbas pada berat badan yang berlebih atau obesitas.

Dengan menambahkan minyak kelapa saat memasak nasi, minyak tersebut menyerap ke butiran pati selama memasak dan dapat mengubah arsitekturnya menjadi resisten terhadap aksi enzim pencernaan. Ini menandakan bahwa semakin sedikit kalori yang diserap oleh tubuh.

Baca juga : Peneliti Sebut Makanan Olahan Tak Boleh Sering Dikonsumsi, Ini Sebabnya (dvs/odi)