Pola Diet 16:8 Janjikan BB Turun Tanpa Pantang Makanan

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood Jumat, 24 Agu 2018 14:30 WIB
Foto: Istock Foto: Istock
Jakarta - Pola diet terus berkembang. Yang terbaru ada 16:8 dimana berat badan pelakunya bisa turun meski melahap makanan apa saja.

Usaha menurunkan berat badan memang gampang-gampang susah. Kalau mau coba pola diet baru, ada 16:8 yang diklaim bisa menurunkan berat badan. Seperti apa faktanya?



1. Apa itu diet 16:8?
Pola Diet 16:8 Janjikan BB Turun Tanpa Pantang MakananFoto: shutterstock
Sesuai namanya diet 16:8 merujuk pada waktu makan dimana pelaku harus puasa 16 jam dan boleh makan apa saja selama 8 jam. Waktu makannya ideal di pagi hari, misal dari jam 10 pagi sampai jam 6 sore, pelaku bisa makan apa pun. Namun harus puasa makan di luar waktu tersebut.

Hal tersebut karena di pagi hari metabolisme dan kadar gula darah seseorang lebih tinggi. Meski begitu, saat puasa 16 jam, pelaku tetap bisa minum. Disarankan minum banyak air putih. Boleh juga sesekali menikmati kopi atau teh.


2. Aturan diet 16:8
Pola Diet 16:8 Janjikan BB Turun Tanpa Pantang MakananFoto: shutterstock
Yang sebaiknya dilakukan saat jalani pola diet ini adalah minum banyak air putih agar tetap terhidrasi, makan makanan tinggi serat seperti buah, sayur dan kacang-kacangan. Konsumsi juga makanan tinggi protein seperti ikan dan tahu.


3. Apakah diet 16:8 efektif?
Pola Diet 16:8 Janjikan BB Turun Tanpa Pantang MakananFoto: Shutterstock
Dikutip dari NDTV (23/8), para peneliti sudah menginvestigasi efek diet 16:8 dan hasilnya diterbitkan dalam jurnal Nutrition and Healthy Aging. Selama 12 minggu percobaan, 23 partisipan penelitian yaitu orang dewasa yang obesitas, diminta makan hanya dari jam 10 pagi sampai 6 sore saja. Makanannya bebas apa pun yang diinginkan.

Di akhir studi, peneliti menemukan asupan kalori partisipan 350 kalori lebih rendah per hari dibanding kelompok kontrol. Berat badan mereka juga sedikit turun diikuti peningkatan tekanan darah sistolik.

Penelitian menyimpulkan hasil diet 16:8 menjanjikan dan hasilnya bisa bertahan untuk jangka panjang. Namun tetap masih dibutuhkan penelitian dalam skala lebih besar untuk melihat manfaat keseluruhannya.

Baca Juga: Diet Ketat Tapi Berat Badan Tak Turun-turun? Mungkin Anda Lakukan 8 Kesalahan Ini (sob/odi)