YouTuber Jadi Penyebab Anak-anak Makan Lebih Banyak Kalori

Sonia Basoni - detikFood Sabtu, 02 Jun 2018 09:43 WIB
Foto: Istimewa Foto: Istimewa
Jakarta - Media soaisl tak hanya mempengaruhi perilaku saja. Ternyata juga turut berperan dalam mempengaruhi pola makan anak-anak yang tidak sehat.

Sebuah studi terbaru dari Liverpool University menunjukkan, bahwa anak-anak yang menonton tayangan makan atau vlog makanan di media YouTube, lebih banyak mengonsumsi makanan berlemak dan manis.

Dilansir Metro UK (31/05), anak-anak dipengaruhi tayangan YouTube dari para YouTuber yang mengunggah video tentang makanan. Menyebabkan anak-anak mengonsumsi 26% lebih banyak kalori, dibandingkan mereka yang tidak menontonnya.

YouTuber Jadi Penyebab Anak-anak Makan Lebih Banyak KaloriFoto: Istimewa
Penelitian ini muncul karena hadirnya tayangan 'Mukbang', tayangan dimana seseorang mengonsumsi makanan dengan porsi besar dan sangat banyak. Konten ini berasal dari Korea Selatan, namun kini mukbang semakin terkenal di seluruh dunia.

Baca Juga: Ini Alasan Kenapa Video Mukbang Disukai Banyak Orang

Kecanduan makanan manis dan berlemak, tentu dapat berakibat buruk. Penelitian yang dipresentasikan di European Congress tentang obesitas ini, meneliti respon dari anak-anak di sosial media. Penelitian ini menggunakan tayangan makanan dari kanal YouTuber, Zoella dan Alfie, yang aktif membuat video tentang makanan.

YouTuber Jadi Penyebab Anak-anak Makan Lebih Banyak KaloriFoto: Istimewa
Tidak seperti iklan makanan, konten video di YouTube terasa lebih nyata, sehingga banyak orang mulai menirunya tanpa mereka sadari. Hal ini termasuk ke dalam pola makan.

Penelitian ini menggunakan 176 anak-anak yang dibagi dalam tiga kelompok. Satu kelompok untuk menonton tayangan video makanan sehat di YouTube. Satu kelompok untuk menonton tayangan video makanan tidak sehat. Serta satu kelompok lainnya menonton video YouTube, yang tidak berhubungan dengan makanan.

Setelah mereka menonton video tersebut, para peneliti menyediakan banyak makanan. Mulai dari makanan sehat dan tidak sehat.

Hasilnya, anak-anak yang menonton video makanan tidak sehat, mengonsumsi lebih dari 448 kalori. Sementara mereka yang tidak menonton tayangan video tersebut, hanya mengonsumsi sekitar 357 kalori.

YouTuber Jadi Penyebab Anak-anak Makan Lebih Banyak KaloriFoto: Istimewa
Dokter Emma Boyland, selaku salah satu peneliti mengatakan, bahwa para YouTuber seharusnya bertanggung jawab atas efek semacam ini.

"YouTuber telah mendapatkan posisi kepercayaan di antara anak muda, dan seharusnya mereka bertanggung jawab dari video yang mereka buat," ungkap Emma.

Sementara itu Profesor Rusell Viner, selaku ketua dari Royal College of Paediatrics and Child Health. Mengatakan bahwa pemerintah harus menerapkan lebih banyak peraturan, untuk melindungi anak-anak dari pengaruh obesitas.

"Sangat penting bahwa anak-anak harus dilindungi dari pemasaran junk food. Tidak hanya di televisi saja, tapi media online juga. Karena banyak anak yang menghabiskan waktu di sana." pungkas Profesor Rusell.

Baca Juga: Ini Dia 10 Tantangan Makan 'Nyeleneh' yang Dilakukan YouTuber Asal Indonesia! (dwa/odi)