Menu Sarapan Orang Indonesia Ternyata Masih Kurang Sehat

Sonia Basoni - detikFood Kamis, 12 Apr 2018 12:47 WIB
Foto: Ari Saputra Foto: Ari Saputra
Jakarta - Setiap negara memiliki budaya sarapan masing-masing. Begitu juga di Indonesia, namun sayangnya di Indonesia tren sarapannya masih kurang sehat.

Makan pagi adalah ritual makanan yang paling penting sepanjang hari. Sarapan memiliki fungsi esensial untuk tubuh, selain untuk menambah energi, sarapan juga berfungsi untuk menjaga sistem metabolisme tubuh setelah berpuasa selama 8-10 jam ketika tidur.
Menu Sarapan Orang Indonesia Ternyata Masih Kurang SehatFoto: ilustrasi/thinkstock
Sayangnya, di Indonesia sendiri budaya sarapan masih cukup rendah. Kebanyakan orang Indonesia melewatkan sarapan karena beberapa alasan. Mulai dari tidak memiliki waktu, tidak sempat menyiapkan makanan, hingga takut sakit perut jika memasukan makanan pagi-pagi.

Baca Juga: Banyak Orang Indonesia Malas Sarapan, Sarapan Gorengan dan Makanan Berlemak

Menu sarapan yang dipilih juga masih kurang sehat. Orang Indonesia terbiasa menyantap menu sarapan yang gurih dan berlemak. Seperti gorengan, lontong atau ketupat sayur, nasi uduk, hingga bubur ayam.
Menu Sarapan Orang Indonesia Ternyata Masih Kurang SehatFoto: dok. detikFood
"Di Indonesia, menu sarapannya masih kurang sehat. Umumnya gorengan, bubur, dan nasi uduk. Berlemak, dan tinggi kolestrolnya. Ini yang harus kita rubah dari pola menu sarapan kita," ungkap Kafi Kurnia, selaku ketua organisasi kesehatan Sembutopia sekaligus konsultan kuliner kepada detikFood (11/04).

Padahal seharusnya 40% porsi makan pagi yang baik adalah dengan mengonsumsi buah-buahan.

"Menu sarapan itu harus dikombinasikan antara karbohidrat, dengan buah atau sayuran. Tapi kebanyakan orang Indonesia, menggabung karbohidrat dengan karbohidrat lainnya. Seperti makan nasi uduk, lauknya mie goreng, ini jadi menu sarapan yang tidak sehat justru menimbulkan masalah kesehatan," lanjut Kafi.
Menu Sarapan Orang Indonesia Ternyata Masih Kurang SehatFoto: ilustrasi/thinkstock
Ia pun menjelaskan bahwa Indonesia menempati peringkat pertama di ASEAN sebagai negara dengan konsumsi buah paling rendah.

Kurangnya konsumsi sayur dan buah ini menjadi salah satu penyebab melonjaknya penyakit tidak menular di Indonesia selama beberapa tahun terakhir.

"Buah dan sayur mengandung vitamin A, C, E, asam folat, seng, magnesium, kalium, dan kalsium yang dibutuhkan tubuh. Belum lagi kandungan antioksidan, serat, dan mineral di dalamnya," imbuh Kafi.
Menu Sarapan Orang Indonesia Ternyata Masih Kurang SehatFoto: ilustrasi/thinkstock

Kafi menyarankan bahwa buah apel dan kismis, merupakan buah yang paling baik disantap ketika sarapan. Karena apel mengandung serat dan antioksidan yang tinggi, sehingga membuat Anda merasa kenyang lebih lama. Sementara menambahkan kismis dalam menu sarapan, dapat menambah energi untuk menunjang aktivitas harian Anda.

Baca Juga: Ini yang Perlu Anda Makan Saat Sarapan agar Produktif Seharian (sob/adr)