Sup 5 Sayuran Racikan Wong Solo Ini Diyakini Sembuhkan Kanker

Bayu Ardi Isnanto - detikFood Senin, 19 Mar 2018 13:30 WIB
Foto: ​Bayu Ardi Isnanto​ Foto: ​Bayu Ardi Isnanto​
Solo - Tampilannya berupa kaldu sayuran. Tetapi sup yang diracik dengan 5 sayuran yang mewakili 5 elemen ini diyakini sembuhkan beragam penyakit.

Sejak pukul 07.00 WIB, rumah Hendra Gunawan sudah ramai dipadati warga. Mereka antre untuk mendapatkan minuman yang diramu Hendra.

Bukan minuman sembarangan. Minuman yang biasa disebut sup sayur lima unsur ini dipercaya bisa membuat badan bugar dan menyembuhkan banyak penyakit. Seperti kanker, batu ginjal, diabetes, leukemia dan hepatitis.

Sup 5 Sayuran Racikan Wong Solo Ini Diyakini Sembuhkan KankerHendra Gunawan, peracik sup sayur lima unsur. Foto: Bayu Ardi Isnanto
Saking ramainya, Hendra dan beberapa kerabatnya harus melayani konsumen hingga pukul 17.30 WIB. Itu pun, konsumen seringkali kecewa karena kehabisan.

Saat detikcom menengok dapur pembuatan ramuan itu, tampak enam tungku arang dinyalakan untuk merebus sayuran dari lima jenis unsur itu.

"Unsur kayu itu daun lobak, unsur logam itu lobak, unsur tanah yaitu gobo, unsur api itu wortel, unsur airnya jamur hitam," kata Hendra saat ditemui di kediamannya, Jalan Kanthil, Badran, Laweyan, Solo, Senin (19/3/2018).

Sup 5 Sayuran Racikan Wong Solo Ini Diyakini Sembuhkan KankerProses memasak sup untuk menyembuhkan berbagai jenis penyakit, termasuk kanker. Foto: Bayu Ardi Isnanto
Sayuran dipotong dengan ukuran dan takaran tertentu untuk menghasilkan manfaat yang optimal. Sayur kemudian direbus di dalam panci kaca dengan api arang selama 15 menit dan didiamkan sampai sekitar satu jam.

"Tidak boleh pakai gas karena bisa bisa terkontaminasi. Panci untuk masak dan gelas untuk minumnya harus berbahan kaca biar tidak bereaksi," ujar dia.

Kemudian ramuan tersebut disaring untuk diambil sarinya. Cairan beraroma segar itu kemudian dimasukkan ke dalam botol-botol kaca milik konsumen.

Satu botol dengan takaran 500 ml dijual seharga Rp 20 ribu. Jika belum memiliki botol kaca, Hendra menyediakannya dengan harga Rp 4 ribu per botol.

Sup 5 Sayuran Racikan Wong Solo Ini Diyakini Sembuhkan KankerAir sup dikemas dalam botol kaca. Foto: Bayu Ardi Isnanto
Konsumen membelinya dengan jumlah berbeda-beda, tergantung jenis penyakit yang dialami. Bagi konsumen yang menderita penyakit parah, seperti kanker, disarankan minum ramuan itu empat botol setiap hari.

Dalam sehari, Hendra bisa memproduksi minuman lebih dari 200 botol. Dia berencana akan meningkatkan kapasitas produksi dengan cara menambah karyawan dan peralatan.

"Beberapa hari ini semakin ramai. Jam 09.15 saja sudah habis. Memang pagi daftar dulu, ambilnya siang atau sore. Sampai-sampai kita mau libur itu mikir, kasihan sama konsumen, makanya libur cuma Minggu saja," imbuhnya.

Pria berusia 73 tahun itu sebenarnya ialah seorang pedagang, namun ia juga senang mempelajari tentang pengobatan China. Sedangkan resep ini dia peroleh dari majalah China.

"Sebenarnya ini resep dari Jepang tapi saya dapatnya berbahasa Mandarin. Isinya detail bahan-bahan, cara masak dan menyajikan," ungkapnya.

Dia pertama kali mencoba ramuan itu 9 tahun lalu untuk istrinya yang sedang sakit di bagian lutut. Dengan minum ramuan itu, istrinya berangsur-angsur pulih.

Sup 5 Sayuran Racikan Wong Solo Ini Diyakini Sembuhkan KankerBanyak orang yang antre untuk mendapatkan minuman ini. Foto: Bayu Ardi Isnanto
"Teman-teman kaget kok bisa sembuh. Akhirnya getok tular, banyak orang pengin coba. Ternyata cocok untuk penyakit apapun," ujarnya.

Khasiat ramuan itu dirasakan para konsumen, salah satunya Ny Maryono. Warga Manahan Solo itu merasakan benjolan di payudara.

"Setelah menopause benjolannya terlihat. Saya konsultasikan, saya minum ini secara rutin sejak Desember lalu. Sekarang sudah mengecil," kata Maryono.

Konsumen lain, Eni asal Sukoharjo, mengaku mengalami kista dan haid yang tidak teratur. Haid hanya terjadi 3-4 bulan sekali.

"Saya minum ini rutin sebulan. Sekarang setiap bulan pasti haid, setiap tanggal 13 atau 14. Sekarang kan sudah lancar, jadi minumnya sudah tidak rutin," ujar Eni.

(lus/odi)