Terungkap! Inilah 10 Makanan yang Paling Bikin Ketagihan!

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood Jumat, 16 Mar 2018 13:00 WIB
Foto: iStock Foto: iStock
Jakarta - Ada banyak makanan yang kalau sudah dimakan bikin nggak bisa berhenti ngunyah. Hal ini diungkap dalam sebuah penelitian. Apa saja ya?

Penelitian menunjukkan makanan tertentu benar-benar bersifat adiktif dibanding yang lainnya. Kebanyakan makanan ini adalah yang tinggi lemak, tinggi gula atau keduanya.

Dikutip dari Independent (16/3), peneliti dari Colorado State University melakukan studi terkait adiksi makanan yang menunjukkan bukti awal. Ternyata makanan olahan lebih mungkin bersifat bikin ketagihan.

Terungkap! Inilah 10 Makanan yang Paling Bikin Ketagihan!Foto: iStock

Lebih jauh lagi, peneliti bahkan mengatakan beberapa makanan berdampak seperti penyalahgunaan obat jika dikonsumsi sering dan diserap tubuh dengan cepat. Makanan inilah yang membuat orang mengalami "food adiction."

Ada 35 makanan yang dipelajari. Berikut hasilnya berdasarkan urutan dari yang paling sebabkan ketagihan hingga yang tidak:

1. Pizza
2. Cokelat
3. Keripik
4. Biskuit
5. Es krim
6. Keripik kentang
7. Cheeseburger
8. Minuman soda (non diet)
9. Cake
10. Keju

Terungkap! Inilah 10 Makanan yang Paling Bikin Ketagihan!Foto: iStock

Terlihat dari daftar makanan di atas, keju adalah satu-satunya makanan non-olahan. Adapun yang bisa dipelajari dari daftar ini adalah kebanyakan makanan adiktif tinggi lemak dan bisa menaikkan kadar gula darah dengan cepat.

Sebaliknya, daftar makanan yang tidak terlalu bikin ketagihan seperti beras cokelat dan salmon, bebas dari karbohidrat olahan dan tanpa lemak tambahan.

Berikut daftar 10 makanan yang tidak picu adiksi berlebih:

1. Mentimun
2. Wortel
3. Kacang (tanpa saus)
4. Apel
5. Beras cokelat (plain)
6. Brokoli
7. Pisang
8. Salmon
9. Jagung (tanpa mentega atau garam)
10. Strawberry

Terungkap! Inilah 10 Makanan yang Paling Bikin Ketagihan!Foto: iStock

Dr Nicole Avena, salah seorang penulis penelitian mengatakan, "Ini adalah langkah pertama dari mengidentifikasi makanan spesifik dan sifat makanan, yang bisa memicu respons adiktif." Menurut Avena, hal ini bisa membantu perubahan pendekatan mengatasi obesitas,

"Jadi mengatasi obesitas bukan hanya sekadar mengurangi konsumsi makanan tertentu, tapi lebih pada mengadopsi metode yang digunakan untuk mengurangi kebiasaan merokok, minum minuman alkohol dan penyalahgunaan obat-obatan terlarang," pungkas Avena.

(adr/odi)