Lebih Berbahaya Mana untuk Kesehatan, Garam atau MSG?

Lusiana Mustinda - detikFood Selasa, 23 Jan 2018 18:25 WIB
Foto: Istimewa Foto: Istimewa
Jakarta - Garam dan juga MSG sering kali dicampurkan ke dalam masakan agar rasanya lebih enak. Tapi mana yang lebih aman, garam atau MSG? Ini kata pakar gizi!

Kebanyakan orang konsumsi makanan dengan berbagai alasan, salah satunya adalah enak, supaya kenyang dan kuat, mudah diperoleh hingga manfaat gizi dan kesehatan.

Hampir semua masakan ditambahkan dengan bumbu dan penyedap rasa MSG agar rasanya semakin enak. Namun MSG sering dikaitkan dengan efek negatif yang berpengaruh terhadap kesehatan. Kini, banyak informasi yang beredar di tengah masyarakat, mulai dari MSG yang bisa akibatkan kebodohan, hipertensi hingga penyakit jantung. Tapi bagaimana faktanya?

Lebih Berbahaya Mana untuk Kesehatan, Garam atau MSG?Foto: Istimewa

Mengenai hal ini, menurut Prof. Hardinsyah, MS selaku Ketua Umum PERGIZI PANGAN Indonesia mengatakan bahwa MSG (monosodium glutamat) dapat membantu menurunkan asupan sodium dengan menekan penggunaan NaCl atau garam dapur.

"Selain bisa membuat rasa makanan semakin lezat, MSG juga bisa membantu kurangi asupan garam. MSG juga bisa membuat nafsu makan bertambah pada pasien lansia dan lebih mudah dicerna," jelas Prof. Hardinsyah saat ditemui dalam Media Gathering PT. Ajinomoto di kawasan Kebon Sirih pada (23/01).

Hardin juga menambahkan bahwa kandungan natrium pada garam bisa mencapai 36 persen sedangkan natrium dalam MSG hanya 12 persen. "Jelas bahwa garam lebih membahayakan ketimbang MSG," imbuhnya.

Lebih Berbahaya Mana untuk Kesehatan, Garam atau MSG?Foto: Istimewa

Dari sebuah penelitian disebutkan bahwa di Amerika konsumsi MSG mencapai kurang dari 1 gram per orang per hari. Sedangkan di Jepang 2 gram per orang per hari. Dan di Indonesia khususnya di daerah Jakarta dan Bogor yang pernah diteliti, konsumsinya mencapai 0,6 gram per orang per hari.

"Buktinya daya saing di negara-negara itu tetap baik saja kan," pungkas Rektor Universitas Sahid (USAHID) Jakarta ini.

(adr/odi)