Menu Natal dan Tahun Baru

Kurangi Risiko Karsiogenik, Ikuti Saran Ahli Gizi Saat Mengolah BBQ

Lusiana Mustinda - detikFood Minggu, 31 Des 2017 18:15 WIB
Foto: thinkstock Foto: thinkstock
Jakarta - Suka menyantap sate atau daging panggang? Warna gosongnya dapat memicu risiko karsinogenik. Agar tetap sehat, sebaiknya ikuti saran dari ahli gizi.

Menurut beberapa penelitian, daging yang dimasak terlalu matang atau dibakar hingga gosong mengandung senyawa mutagen yang bersifat karsinogenik atau memicu kanker. Di malam Tahun Baru ini, banyak orang yang mengisi waktu libur dengan membuat sajian BBQ atau bakaran di rumah. Salah satu menunya adalah daging sapi, ayam dan juga seafood.

Baca juga: Ditemukan Senyawa PAH, Karsinogen Baru dalam Daging Panggang

Kurangi Risiko Karsiogenik, Ikuti Saran Ahli Gizi Saat Mengolah BBQFoto: iStock

Supaya tidak timbul risiko karsinogenik, Leona Victoria Djajadi selaku ahli gizi menyarankan agar ketika memanggang jangan sampai terlalu banyak bagian yang hangus. "Cukup sampai dagingnya caramelized (kecokelatan wangi), tidak perlu sampai gosong," jelas Victoria kepada detikFood (30/12).

Victoria juga mengingatkan bahwa rekomendasi porsi makan yang sehat yaitu 120-150 gram untuk protein per satu kali makan atau sebesar telapak tangan. Hal ini dikarenakan banyak orang yang suka 'overeating' protein saat BBQ-an.

Agar lebih sehat saat pesta BBQ, sebaiknya pilih sumber protein yang rendah lemak dan bukan daging olahan. "Jadi lebih baik pilih ikan, ayam, sapi dibandingkan dengan sosis atau bakso," ujar wanita ramah ini. Selain sumber protein, pastikan juga ada sayurannya.

"Boleh tiru cara orang Korea makan BBQ, banyak sayurnya seperti selada, kimchi, salad, dan acar. Konsumsi air putih yang cukup juga perlu karena saat BBQ hawanya panas," jelasnya.

Kurangi Risiko Karsiogenik, Ikuti Saran Ahli Gizi Saat Mengolah BBQFoto: iStock

Ibu dua anak ini juga menyanrankan untuk memilih cairan yang tidak mengandung kalori atau gula. Sayuran yang dipanggang juga jangan sampai gosong.

Baca juga: Saran Ahli Gizi Makan Sate Kambing Cukup 10 Tusuk Saja, Ini Sebabnya (lus/odi)