Jus hingga Granola Sering Dianggap Sehat, Padahal Tidak Sepenuhnya Benar (1)

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood Sabtu, 25 Nov 2017 10:50 WIB
Foto: thinkstock Foto: thinkstock
Jakarta - Ada banyak makanan sehat yang ternyata tidak benar-benar sehat. Ini karena kandungan gula dan lemaknnya yang tinggi.

Mungkin Anda berpikir jus buah dan smoothie kemasan sudah pasti sehat. Bahkan tak jarang Anda meminumnya tiap hari untuk dapatkan manfaat kesehatannya. Namun Business Insider (14/11) mengungkap ada alasan mengapa keduanya tidak sepenuhnya menyehatkan.

1. Jus

Jus kemasan tergolong minuman yang sering dianggap sehat. Padahal proses membuat jus menyebabkan kandungan serat pada buah hilang. Akibatnya serat yang tadinya bisa membuat tubuh kenyang lebih lama, tidak didapat tubuh. Karenanya kalori pada jus kemasan sering disebut kalori kosong.

Jenis kalori itu bisa menyebabkan cepat lapar dan mengubah mood secara tiba-tiba. Sebagai informasi, segelas jus jeruk kemasan bisa mengandung kalori yang sama dengan sekaleng soda. Bahkan hampir sama dengan jumlah gula dan karbohidrat yang terkandung dalam satu kemasan cokelat M&Ms.

"Jus buah tidak menawarkan manfaat nutrisi apapun dibanding buah utuh untuk bayi dan anak-anak. Minuman ini juga tidak berpedan penting dalam kesehatan dan asupan menu seimbang anak-anak," ujar American Academy of Pediatrics.

Jus hingga Granola Sering Dianggap Sehat, Padahal Tidak Sepenuhnya Benar (1)Foto: Istimewa

2. Putih telur

Dibanding telur utuh, banyak yang merekomendasikan makan putih telur saja untuk pilihan lebih sehat. Ini karena kuning telur kerap dikaitkan dengan penyebab kolesterol.

Faktanya, penelitian terbaru menunjukkan kolesterol pada telur tidak menaikkan kadar kolesterol darah seseorang secara signifikan. Ini artinya makan telur utuh tak merugikan kesehatan.

3. Sereal

Sereal jadi menu sarapan pilihan banyak orang. Kandungan serat tinggi pada sereal dianggap bisa membuat kenyang lebih lama. Namun sayangnya kebanyakan sereal di pasaran tinggi gula dan karbohidrat olahan. Namun kurang protein dan serat. Akibatnya makan sereal bisa bikin rasa lapar cepat datang.

"Semangkuk sereal, bagel, selembar roti panggang, atau muffin tak ubahnya dessert," ujar dokter lulusan Harvard, Monique Tello. "Makan makanan ini tidak apa sesekali, tapi jika terlalu sering, saya jamin makanan ini bisa bikin Anda sakit," lanjut Tello.

Jus hingga Granola Sering Dianggap Sehat, Padahal Tidak Sepenuhnya Benar (1)Foto: Istimewa

4. Makanan gluten-free

Makanan berlabel gluten-free atau bebas gluten masih sering dianggap lebih sehat. Padahal produk ini hanya tepat bagi mereka yang alami penyakit celiac. Sementara bagi orang normal, makan gluten tidak memperburuk kesehatan.

Gluten adalah jenis protein yang ditemukan pada gandum dan biji-bijian sejenis seperti barley dan rye. Gluten membuat bagel kenyal dan roti mengembang usai dipanggang.

5. Mentega dan yogurt

Di pasaran sekarang banyak dijajakan mentega dan yogurt rendah lemak. Keduanya diklaim lebih baik bagi pelaku diet karena bisa bantu turunkan berat badan. Padahal penelitian menemukan makan lemak tak berarti membuat Anda gendut dan makan makanan rendah lemak tak berarti Anda kurus.

Selain itu, produk rendah lemak sebenarnya sering ditambahkan lebih banyak gula. Artinya konsumsi produk ini tidak menjamin berat badan turun. Bahkan berat badan bisa kembali naik. (lus/adr)