Olahan Daging Idul Adha

Apa Benar Makan Daging Kambing Bisa Picu Kolesterol dan Darah Tinggi?

Lusiana Mustinda - detikFood Jumat, 01 Sep 2017 11:03 WIB
Foto: detikFood Foto: detikFood
Jakarta - Hari ini hampir sebagian orang akan makan daging kambing. Makan sate kambing atau gulai kambing katanya bisa memicu kolesterol dan darah tinggi, benarkah?

Saat menikmati sate kambing, gulai kambing atau olahan daging kambing lainnya ternyata bisa membuat seseorang lupa diri. Faktanya, bagian daging kambing disebut memiliki kadar lemaknya yang lebih rendah dari daging sapi. Tapi apakah benar, konsumsi daging kambing bisa meningkatkan kolesterol dan picu tekanan darah tinggi?

Baca juga: Riset: Konsumsi Yogurt Turunkan Risiko Tekanan Darah Tinggi pada Wanita

Apa Benar Makan Daging Kambing Bisa Picu Kolesterol dan Darah Tinggi?Foto: detikFood

"Walaupun faktanya daging kambing punya lemak lebih rendah dari sapi. Akan tetapi orang suka makan daging kambing yang ada bagian gajihnya. Makan sate juga bersama dengan lemak. Sehingga lemak yang rasanya gurih dan enak ini bisa memicu kolesterol tinggi karena kandungan asam lemak jenuh dan juga kolesterolnya memang tinggi," ujar Prof. Dr. Nuri Andarwulan selaku Direktur SEAFAST Center.

Sependapat dengan Nuri, Leona Victoria Djajadi MND juga mengatakan bahwa daging kambing memang mengandung lemak jenuh yang cukup tinggi.

"Lemak jenuh pada daging kambing sekitar 9 gr per 100 gramnya. 9 gram ini sudah mencakup 45 persen batas harian. Sementara total lemaknya 21 gram per 100 gr (atau 20 persen dari berat daging kambing adalah lemak). Asupan lemak jenuh inilah yang berpengaruh terhadap kenaikan kolesterol darah. Apalagi kalau memasaknya cara memasaknya juga menggunakan lemak jenuh lainnya yaitu santan," jelas Victoria kepada detikFood (31/08).

Apa Benar Makan Daging Kambing Bisa Picu Kolesterol dan Darah Tinggi?Foto: dok.detikFood

Sehingga konsumsinya tidak boleh berlebihan. "Sementara itu darah tinggi lebih ke cara memasaknya atau penggunaan bumbu yaitu menggunakan banyak garam dan penyedap," ujar Victoria.

Baca juga: Tekanan Darah Tinggi Bisa Diatasi dengan Konsumsi Ikan dan Bit (1) (lus/odi)