Jangan Dibuang, Biji Alpukat Justru Paling Kaya Nutrisi Menyehatkan

Regita Lorena - detikFood Rabu, 23 Agu 2017 12:36 WIB
Foto: iStock
Jakarta - Alpukat sedang jadi primadona makanan sehat. Buah yang berdaging lembut ini banyak mengandung lemak sehat. Tetapi penelitian justru temukan bagian yang paling kaya nutrisinya justru bijinya.

Buah alpukat merupakan makanan pokok bergizi yang mengandung lemak sehat dan kaya potasium. Tapi, Anda mungkin tidak tahu bahwa bagian alpukat yang selama ini dimakan bukanlah bagian yang paling bergizi.

Jangan Dibuang, Biji Alpukat Justru Paling Kaya Nutrisi MenyehatkanFoto: iStock


Dilansir dari foxnews.com (22/8), sebuah studi baru dari American Chemical Society mengungkapkan bahwa bagian paling sehat yang kaya nutrisi pada alpukat ternyata bijinya. Padahal biji ini seringkali dibuang ke tempat sampah karena dianggap tak bisa dimakan.

Baca juga: Benarkah Biji Alpukat Kaya Nutrisi dan Layak Dimakan?

Periset pada penelitian ini menemukan bahwa membram halus yang ada di luar biji alpukat mengandung senyawa kimia yang dapat digunakan untuk mengobati sejumlah penyakit pada tubuh manusia.

"Biji alpukat yang bisanya dianggap sebagai pemborosan limbah sebenarnya adalah permata. Karena mengandung senyawa obat yang bisa digunakan untuk mengobati kanker, penyakit jantung dan kondisi kesehtaan lainnya," ungkap Debasish Bandyopadhyay, Ph.D. dan peneliti untuk penelitian ini.

Jangan Dibuang, Biji Alpukat Justru Paling Kaya Nutrisi MenyehatkanFoto: iStock


Tidak hanya itu, biji alpukat ternyata juga merupakan sumber potensial bahan kimia yang digunakan dalam bahan plastik dan produk insdustri lainnya.

Agar lebih yakin, peneliti mengumpulkan sekitar 300 biji alpukat kering menjadi 595 gram bubuk. Bubuk itu kemudian diolah menjadi minyak dan lilin. Dari hasil analisis, tim peneliti menemukan 116 senyawa kimia dalam minyak dan 16 di lilin.

Meneriknya, diantara senyawa kimia yang ditemukan dalam minyak. Beberapa merupakan obat, seperti behehil alkohol yang digunakan dalam pengobatakan anti virus dan heptacosane yang dapat menghambat pertumbuhan sel tumor.

Lilin menghasilkan senyawa yang dapat ditemukan dalam beberapa plastik fleksibel dan bahan sintesis seperti tirai shower dan peralatan medis tertentu.

Para periset mempresentasikan temuan mereka di 254th National Meeting & Exposition of the American Chemical Society dan berharap bisa menlanjutkan penemuan mereka untuk menciptakan obat yang lebih baik.

Baca juga: Ekstrak Biji Alpukat Bisa Jadi Bahan Pencegah Bakteri Pada Makanan (msa/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com