Jangan Anggap Sepele, Sayuran dan Telur Juga Bisa Sebabkan Keracunan Makanan

Sonia Permata - detikFood Rabu, 09 Agu 2017 19:46 WIB
Foto: Thinkstock Foto: Thinkstock
Jakarta - Setiap tahun jutaan orang alami keracunan makanan. Beberapa bahkan berujung pada kematian. Karenanya waspadai makanan yang Anda konsumsi setiap sore.

Di Inggris, sekiranya 20.000 orang dirawat di rumah sakit karena keracunan makanan dan 500 orang meninggal dunia setiap tahunnya.

Meski keracunan makanan masih sering dianggap sebagai hal sepele. Tetapi keracunan makanan ini bisa berakibat fatal jika tidak ditangani dengan tepat dan serius. Selain dari proses pengolahan makanan yang tidak jelas, kebersihan juga menjadi faktor utama makanan terkontaminasi bakteri.

Dikabarkan Express UK (09/08/17), menurut Australian Institute of Food Saftety, ada beberapa jenis makanan yang memiliki risiko lebih tinggi terhadap pertumbuhan bakteri dan virus. Dibandingkan yang lain, beberapa jenis makanan ini adalah makanan yang sering dikonsumsi sehari-hari.

Baca Juga : Atasi Gejala Keracunan Makanan dengan Beberapa Hal Penting Ini

1. Unggas

Daging ayam.Daging ayam. Foto: iStock

Unggas menjadi salah satu bahan makanan yang berisiko tinggi menyebabkan keracunan makanan. Daging unggas meliputi, ayam, bebek, dan jenis hewan ternak burung lainnya.

Daging unggas mentah atau yang kurang matang dapat terkontaminasi bakteri campylobacter dan salmonella. Menurut Australian Institute of Food Saftery,bakteri dapat bertahan hingga uap panas membunuh mereka.

2.Telur

Telur.Telur. Foto: Istimewa

Baru-baru ini terungkap bahwa produk telur yang berada di Belanda telah terkontaminasi dengan insektisida. Telur-telur ini juga berbahaya karena telah positif mengandung virus salmonella.

Untuk menghindarinya, Australian Institute of Food Safety menganjurkan untuk memasak telur secara matang, hindari mengonsumsi telur yang setengah matang,

3.Sayuran hijau

Sayuran hijauSayuran hijau Foto: iStock

Sering kali sayuran hijau dianggap sebagai salah satu makanan sehat kaya nutrisi, sehingga banyak orang yang mengonsumsinya dalam keadaan mentah. Hal ini sebenarnya cukup berisiko karena bakteri seperti E.Coli dapat dengan mudah masuk ke tubuh.

Namun, menurut Australian Institute of Food Saftery, mencuci sayuran hijau hingga bersih bisa mengurangi risiko terjangkit bakteri berbahaya sekaligus menghindari pestisida kimia yang menempel di sayuran.

4. Susu mentah

Susu sapiSusu. Foto: iStock

Susu mentah atau susu yang tidak melalui proses pasteurisasi, memiliki risiko tinggi mengandung bakteri yang berbahaya.

Susu yang diminum langsung setelah diperah dari sapi, berisiko lebih tinggi terkontaminas bakteri seperti E.Coli, salmonella, dan listeria. Dibandingkan susu yang telah melalui proses pasteurisasi.

5. Keju

Keju.Keju. Foto: iStock

Bakteri yang biasanya ditemukan dalam keju adalah staphylococcus aureus. Bakteri ini cenderung dapat bertahan dalam suhu panas. Jadi cara terbaik untuk menghindari agar keju tidak terkontaminasi adalah, dengan menyimpannya di bawah 5 derajat. Semakin dingginya suhu ruangan maka akan semakin lambat pertumbuhan bakteri pada keju. (lus/odi)